INFOSULSEL.COM, BANTAENG– Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulawesi Selatan meminta agar pengurus DMI Kabupaten Bantaeng untuk lebih giat lagi mensahjeterakan seluruh masjid dengan berbagai kegiatan syiar.
Hal itu ditegaskan Oleh ketua DMI wilayah Sulsel, Amin Syam saat melantik DMI Kabupaten Bantaeng. Dia meminta untuk senantiasa mengurus masjid secara profesional dan digunakan bukan hanya sebagai ibadah namun di gunakan juga syiar-syiar di masjid.
“Saya minta agar pengurus DMI Bantaeng untuk betul-betul mensejahterakan masjid, dan terus menjaga tata kepegolaan masjid yang baik”. Jelas Amin Syam mantan Ketua DPRD Sulsel itu.
selain itu, Amin juga meminta kepada PMI Bantaeng agar masjid jangan dijadikan sebagai tempat melakukan politik praktis, menurut dia, politik yang boleh di masjid hanya politik ekonomi dan politik masyarakat.
“Yang saya larang berpolitik partai di masjid, kalau berpolitik lain saya tidak larang. Ungkapnya di hadapan pengurus DMI kabupaten Bantaeng.
Mantan Gubernur Sulsel itu menegaskan menjadi pengurus masjid jauh lebih berat dibandingkan mengurus rumah jabatan. Sebab mengurus masjid tidak ada honornya, adapun jika ada sangat sedikit yang berbeda dengan mengurus rumah jabatan Bupati, Gubernur dan Presiden.
” pengurus rumah allah honornya sedikit namun yakinlah muda-mudahan allah melimpahkan honor untuk kita yang jauh lebih besar dari yang didapatkan oleh pengurus rumah jabatan,” ujarnya.
Amin juga menceritakan pengalamannya jika menjadi pengurus masjid merupakan jabatan tertinggi dari sekian jabatan yang pernah dia lalui. diketahui Amin Syam pernah menjabat Bupati, Ketua DPRD Sulsel,, Anggota MPR dah Gebernur.
“sederet jabatan elit yang perna saya duduku, namun saya tidak pernah bangga, tidak sebangga saya menjadi ketua Pengurus Masjid”. tambahnya
Sementara itu ketua Pengurus Masjid Indonesia Kabupaten Bantaeng Abd Wahab mengatakan Pemda Bantaeng selama ini sangat memperhatikan masjid, kendati tidk ada anggaran namun masjid tetap jadi periotaskan. “anggaran untuk masjid di Bantaeng mencapai Rp4 hingga Rp5 Miliar,” kata Sekretaris Daerah Bantaeng itu.
Lanjut Pendiri organisasi Kelompok Studi dan Karya Putra-Putri Bantaeng (KOSKAR-PPB) ini berharap setelah seluruh pengurus masjid terus meramaikan masjid yang ada di pelosok desa dengan melibatkan tokoh agama, masyarakat dan pemuda. “jangan biarkan masjid kita kosong dari aktifitas yang bermanfaat,” tutupnya.
Penulis : Vina
Editor : Anwar





