INFOSULSEL.COM, JAKARTA — Fasilitas kredit yang belum dicairkan atau undirsbursed loan di perbankan nasional tercatat masih sekitar 29,95% dari total penyaluran kredit.
Mengutip data statistik perbankan Indonesia (SPI) per Juni 2017 undirsbursed loan dengan fasilitas kredit yang belum ditarik oleh nasabah tercatat Rp 1.346 triliun. Lebih tinggi dibanding periode Mei 2017 Rp 1.345 triliun.
Dari data uang beredar BI, jumlah kredit per Juli tercatat Rp 4.494 triliun atau 7,9% year on year. Penyaluran kredit didorong oleh kredit modal kerja (KMK), kredit investasi (KI) dan kredit konsumsi (KI). Untuk kredit modal kerja tercatat Rp 2.007 triliun.
Asisten Gubernur BI, Dody Budi Waluyo mengatakan tingginya undisbursed loan terjadi karena permintaan yang belum kuat. “Masih tinggi juga karena cerminan dari permintaan yang masih rendah karena ekonomi yang belum pulih total,” kata Dody, Senin (25/9/2017).
Dia menjelaskan, untuk mengurangi undirsbursed loan harus diiringi dengan pertumbuhan kredit.
“Harapannya saat pertumbuhan ekonomi makin menggeliat maka akan mendorong permintaan kredit dan mengurangi undisbursed loan,” ujarnya.
Dia menjelaskan saat ini perbankan dan korporasi memang sedang berkonsolidasi akibat kondisi bisnis yang tidak terlalu menguntungkan.
Penulis : Aril





