Ayo Rasakan Sensasi Rujab Gubernur Sulsel, Dibuka Umum 5 Hari

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Anda ingin merasakan sensasi di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sulawesi Selatan? Ini saatnya. Nah, kebetulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) memberi kesempatan kepada masyaralat untuk berkunjung di bangunan bersejarah peninggalan Belanda itu.

Kesempatan itu hanya lima hari. Mulai 14 Oktober sampai 19 Oktober, tepat pada puncak perayaan HUT Sulsel. Kesempatan langka ini diberikan dalam rangka HUT Sulsel ke-348. Semua masyarakat bisa masuk.

“Selama ini kan masyarakat hanya bisa lewat di depan Rujab. Nah sekarang kita beri kesempatan kepada masyarakat untuk melihat seperti apa Rujab Gubernur itu,” kata Ketua Panitia HUT Sulsel ke-348 Irman Yasin Limpo di Makassar, Rabu (13/9).

Masyarakat bisa datang dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 17.00 Wita. Rujab ini dibuka untuk umum dengan harapan masyarakat dapat mengetahui berbagai sejarah terkait kediaman orang nomor satu Sulsel tersebut dan seperti apa kehidupan sehari-hari seorang Gubernur.

Di tempat ini setiap ruangan disiapkan pemandu untuk menjelaskan setiap tempat, mulai dari ruang tamu, ruang makan, kamar menteri, sampai kamar presiden.  Masyarakat bisa berkunjung dan berfoto.

Mereka yang berkunjung pun dapat menikmati sensasi duduk di kursi Gubernur saat menjalankan amanah sebagai Kepala Daerah dan Kepala Pemerintahan.

“Di ruangan atau kamar presiden ini, yang pernah menginap ada Presiden Megawati dan Gusdur, selain itu ini juga untuk para perdana menteri negara-negara sahabat,” sebut Syamsu Rizal salah satu pemandu saat ditemui Sabtu siang (14/10).

Sementara itu salah satu pengunjung siswi SMA Negeri 1 Makassar yang datang, Nurul Putri mengaku mendapat pengalaman baru.

“Ini pengalaman baru, lebih tahu tentang rumah jabatan, tahu lebih tentang Bapak Gubernur serta sejarah apa yang terjadi,” ujar Nurul datang bersama guru dan puluhan teman-teman sekolahnya. Dia juga sempat berfoto langsung dengan SYL.

Rujab Gubernur Sulsel yang terletak di Jalan Jendral Soedirman merupakan salah satu bukti sejarah peninggalan Belanda. Bangunan bercat putih itu dulunya menjadi Rujab Gubernur Jenderal Belanda. Dalam bahasa Belanda disebut Gouverneur Woning. Namun rumah yang dibangun tahun 1927 ini hanya satu Gubernur Belanda saja yang pernah menempatinya, yakni  Haze Winkelmen.

Masuknya tentara Jepang ke Sulsel membuat tentara Belanda terdesak. Seluruh assetnya diambil alih oleh Jepang. Hingga kini Rujab yang bersebelahan dengan gedung MULO itu baru dua kali dipugar yakni pada tahun 1960 dan 1974.

Di sekitar gedung yang dulu difungsikan sebagai Gouverneur Woning merupakan pemukiman tentara Belanda. Di sebelah Selatan agak ke barat merupakan lahan luas sebagai taman sekaligus tempat memelihara aneka satwa. Hingga kini masih terdapat rusa belang yang dilepas hidup bebas di taman.

 

Penulis : Herman

Editor : Aril

 

Pos terkait