INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dengan “menceraikan” Tanribali Lamo (TBL) dan memilih Andi Sudirman Sulaiman sebagai wakilnya, bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dinilai tunduk pada relitas politik transaksional.
Pengamat Politik Andi Luhur Prianto, Minggu (15/10/2017), mengatakan, kehadiran Andi Sudirman Sulaiman yang merupakan Adik kandung Menteri Pertanian, dianggap bisa mengisi ruang yang tidak bisa dioptimalkan TBL.
Sehingga, pasangan NA-ASS menjadi pasangan yang bisa mengubah arah dukungan parpol.
“ASS hadir bersamaan deklarasi dukungan partai politik, sehingga TBL sulit untuk di pertahankan. Profil ASS sebagai adik kandung elit nasional Mentan AAS (Andi Amran Sulaiman), cukup efektif mengubah arah dukungan partai politik. Seperti itulah pragmatisme elektoral, hal-hal yang ideal pada akhirnya akan tunduk pada realitas politik yang sangat transaksional,” ucap Luhur.
Ia tidak membantah bahwa pasangan Nurdin Abdullah dengan Tanri Bali Lamo (TBL) dianggap tidak bisa membawa partai politik, jika paket tersebut berjalan terus hingga tahap pendaftaran ke KPU pada januari 2018 mendatang.
“Saya kira baru saja ada keputusan resmi DPP PDIP untuk mengusung NA-ASS. Tentu pemilihan wakil bagi NA ini sudah dikaji mendalam. Komitmen dengan TBL yang sudah terbangun selama ini dianggap sudah selesai,” ucapnya.
Yang jadi permasalahan, menurut Luhur, jika Nurdin Abdullah masih bertahan dengan prinsip untuk tetap mempertahankan TBL, justru bisa menghambat langkah NA untuk merangkul parpol pengusung di Pilgub nanti.
“Problemnya saya kira di soal kontribusi TBL dalam mencari partai politik pengusung. Sebagai kandidat non-partisan, NA sepertinya membutuhkan wakil untuk mobilisasi dukungan partai politik,” jelasnya.
Penulis: Wawan
Editor: Anwar





