INFOSULSEL.COM, TANGERANG – Sebuah pabrik kembang api dan mercon di Kompleks Pergudangan 99, Jalan Salembaran Jaya, Desa Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, terbakar, Kamis (26/10/2017).
Akibatnya 47 pekerja tewas terpanggang dan 46 pekerja lainnya mengalami luka bakar serius sekitar 80 persen. Para korban yang selamat ini tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Tangerang seperti di RS Mitra Husada dan RSUD Tangerang.
Petugas yang melakukan evakuasi menemukan korban yang tewas dalam kondisi mengenaskan akibat terbakar hidup-hidup. Bahkan ada yang sulit dikenali. “Bahkan ada 10 mayat yang belum diketahui kondisinya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di Tangerang, di lokasi kejadian, Kamis (26/10/2017).
Saat peristiwa itu terjadi warga di seitar kompleks pergudangan panik. Awalnya terdengar suara ledakan yang cukup keras disusul kepulan asap hitam dari gudang mercon yang membumbung tingga ke angkasa. Juga disertai ledakan kembang api.
“Saya juga kurang tahu awalnya gimana, pas keluar, api sudah membesar,” ujar salah satu saksi mata, Indra, warga setempat.
Dia mengungkapkan, ledakan terdengar saat api mulai membesar dan membakar hampir seluruh gudang. “Pabrik petasan yang terbakar, apinya sudah besar dan warga pada ketakutan,” ujarnya.
Indra menjelaskan, warga sekitar bahkan sempat berteriak-teriak memberitahukan api semakin besar. Warga makin panik karena lokasi kebakaran berdekatan dengan gedung SMP Negeri 1 Kosambi, Kabupaten Tangerang. “Semuanya pada panik, malah ada guru dan siswa yang lompat keluar pagar dibantu warga lainnya,” ujar Indra.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang Agus Suryana menyebutkan, jumlah korban jiwa 47 orang. Saat ini, petugas pemadam kebakaran masih bersiaga di lokasi kejadian. Pemadam kebakaran mendatangi TKP sejak pukul 09.30 WIB, tak lama setelah kejadian. Selama melakukan pemadaman api, ia mengirimkan enam unit mobil kemadam kebakaran.
Pabrik petasan itu memang memiliki 103 pekerja. Sejauh ini, data korban yaitu 47 orang tewas dan 46 lainnya luka-luka. Polisi meminta warga yang merasa keluarganya bekerja di pabrik petasan itu mendatangi RS Polri dengan membawa data-data. Jenazah korban tewas dalam kondisi mengenaskan hingga susah dikenali. Polisi setidaknya butuh data gigi korban.
“Kemudian kalau pernah dirawat gigi, bisa dibawa data giginya, dan ketiga dengan pengecekan dan identifikasi korban,” ujar Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta.
Penulis : Aril/dbs





