INFOSULSEL.COM, MACCOPA- Plt Dirjen Perhubungan Darat Hindro Surahmat tiba di Makassar dalam rangka membuka kegiatan sosialisasi Revisi pengganti PM 26 Tahun 2016 tentang penyelenggaran angkutan penumpang umum tidak dalam trayek, Sabtu (21/10/2017).
Hindro yang didampingi Benny Nurdin Yusuf Kapala BPTD WIL XIX Sulselbar bersama rombongan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di jembatan Timbang Maccopa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. “Saya ingin lihat kegiatan Jembatan Timbang Maccopa,” katanya.
Hindarto menyambangi jembatan timbang ini atas laporan Beny Nurdin kalau ada 664 kendaraan yang ditilang dan lima unit yg diserahkan ke Polres Maros.
Dalam kunjungannya Hindarto menyaksikan proses penimbanganan yang sudah rutin dilakukan sejak urusan penimbangan kendaraan ditangani pemerintah pusat dibawah Dirjen Perhubungan Darat. “Banyak sekali pelanggaran muatan. Coba kamu lihat kendaraan pengangkut semen curah ini. Hasil timbangannya 49.600 kg hampir 50 Ton. Padahal ini khan JBInya di buku uji hanya 21 Ton. Muatannya sudah luar biasa. Lebih 35 ton,” jelas Hindarto yang menyaksikan mobil pengangkut semen curah di jembatan timbang itu.
Agar ada efek jera Hindarto dengan tegas meminta mobil tersebut ditahan. mantan kadishub Sulteng ini meminta kepada Kasatlantas Maros untuk sama-sama menegakkan aturan, “Pelanggaran muatan (OVER load) sangat luar biasa. Olehnya itu mamri kita sama-sama konsisten menangani masalah ini secara bersama . Sekali kita toleransi apalagi ada pungli maka seluruh Indonesia akan kena imbasnya,” tutur Hindro.
Disela kunjungannya Hindarto juga mengecek gedung dan halaman serta gudang di jembatan Maccopa. Ia meminta lahan yang luas agar bisa menampung mobil banyak. ”Ini baru tiga kendaraan yang ditahan sudah penuh. Saya usulkan agar lahan UPPKB Maccopa diperluas lagi,” pinta Benny sambil menunjuk lokasi lahan yang ada di belakang musholah.
Dalam pengarahan singkat kepada anggota UPPKB Maccopa Hindro berpesan agar semua harus berubah dan meninggalkan cara cara lama. “Sekarang saatnya berubah. Kalau niat kita berubah pasti masyarakat juga berubah. Pelanggaran ini sudah terjadi sejak dulu. Karena petugas tidak niat berubah jadi penyedia dan pengguna jasa angkutan barang juga tetap melanggar,” ungkapnya.
Sebelum meninggalkan Maccopa, Hindro berpesan agar jangan lagi timbangan ini dikotori dengan pungli. “Kalau kalian pungli maka pasti akan berhadapan dengan hukum. Tidak ada yg bisa membantu. Saya bangga pada kalian dengan keterbatasan tapi tetap semangat,” pesan Hindarto.
Penulis : Herman
Editor : Aril





