INFOSULSEL. COM, MAKASSAR — Tiga petinju Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meraih medali perunggu pada ajang bergengsi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Elite Mens-Women di GOR Depati Bahrin, Bangka Belitung (Babel). Kejurnas yang berlangsung 12-18 November 2017 ini diikuti 193 petinju dari 29 provinsi di Indonesia.
Ketiga petinju Sulsel yang mendulang medali perunggu masing-masing Hindriawati HR kelas 54 Kilogram (Kg), Blasius Kuruop (64 Kg) dan Yosua Holy Masihor kelas 49 Kg.
‘’Hasil ini sudah sesuai target. Apalagi semua atlet Sulsel yang ikut di Kejurnas ini merupakan atlet-atlet baru yang masih minim pengalaman,” kata ARA.
Di ajang bergengsi ini Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulsel mengutus delapan petinjunya. Semuanya masih minim pengalaman di level nasional.
Selain ketiga petinju di atas lima atlet lainnya yakni Ibnu Akbar (52 Kg), James Latuheru (56 Kg), M. Ridwan (60 Kg), Erick Arianto (69 Kg) dan Nur Apriani kelas 48 kg puteri.
Meski hanya meraih perunggu namun Ketua Pengprov Pertina Sulsel Adi Rasyid Ali mengapresiasi prestasi ketiga petinju binaanya itu. Menurutnya, petinju-petinju dari daerah lain rata-rata sudah berpengalaman di level nasional. Sementara petinju Sulsel baru kali ini ikut Kejurnas.
“Karena itu prestasi yang diraih di ajang ini patut diapresiasi,” ujar Wakil Ketua DPRD kota Makasar ini.
Bagi ARA, kejurnas ini dijadikan momentum untuk mengevaluasi pembinaan atlet tinju Sulsel yang kembali bangkit dari keterpurukan.
‘’Pembinaan Pertina Sulsel kini sudah berjalan dengan baik. Sasana tinju juga semakin banyak. Tidak ada lagi diskriminasi. Saya yakin kedepan prospek tinju Sulsel akan lebih baik lagi. Tentu dengan latihan yang lebih keras lagi,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada seluruh pengurus, pelatih dan para atlet untuk tidak merespon komentar-komentar miring oknum-oknum yang sengaja ingin merusak konsentrasi para atlet.
‘’Kalau ada komentar miring di luar sana, biarkan saja. Mari kita jawab dengan prestasi. Apalagi selama ini Pertina Sulsel tidak menggunakan dana dari pihak lain. Termasuk tidak sepeserpun bantuan dari KONI Sulsel. Selama ini kami menggunakan dana pribadi,’’ tegas Ketua DPC Partai Demokrat Makassar ini.
Adik kandung mantan Ketua PP Pertina, Reza Ali ini menyebut perjuangan para atlet dan pelatih selama ini tidak sia-sia. “Yang paling penting, Pertina Sulsel sudah melahirkan banyak petinju handal yang masih usia muda,” tegas ARA.
Pengprov Pertina Sulsel kini kosentrasi melakukan pembinaan guna melahirkan atlet-atlet muda potensial. Termasuk mengikuti berbagai kejuaraan lokal dan nasional.
‘’Mengikuti berbagai event sangat penting. Tujuannya, tidak hanya sekadar mengejar prestasi tapi juga untuk menguji dan mengukur kemampuan para atlet sejauh mana hasil pembinaan yang dilakukan selama ini,” jelas ARA.
Penulis : Aril





