INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ketua Dewan Kehormatan DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Syamsul Alam Mallarangeng mengimbau kepada seluruh kader Partai Demokrat menghormati keputusan DPP Demokrat terkait usungan calon kepala daerah di Pilkada 12 Kabupaten/Kota di Sulsel.
Imbauan tersebut disampaikan Deng Ancu, sapaan akrabnya mengingat keputusan DPP Demokrat yang putuskan Kamis (23/11/2017) di Pilkada 12 Kabupaten/Kota sangat memungkinkan ada kader yang tidak senang.
Menurut Deng Ancu, khusus Pilkada Kota Makassar, Demokrat memberikan rekomendasi kepada pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi). Putusan ini mematahkan peluang bagi Syamsu Risal untuk memperoleh rekomendasi maju di Pilwali Makassar.
“Kita akhiri segala perbedaan di internal. Mari kita sama-sama menghormati keputusan DPP,” ujar Deng Ancu saat dihubungi, Kamis (23/11/2017) malam.
Deng Ancu juga meminta kepada seluruh kader agar keputusan tersebut dijalankan secara bersama. “Semua calon yang sudah diputuskan oleh Ketua Umum (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk diusung Demokrat, agar bisa sama-sama didukung,” jelasnya.
Menyinggung soal kemungkinan jika ada kader yang tidak menerima keputusan tersebut, apakah diberi sanksi atau tidak,? Deng Ancu menegaskan inilah kenapa ia memberikan imbauan seperti ini.
”Saya tidak menginginkan ada kader yang disanksi. Di Demokrat, ketika ada kader yang tidak menerima keputusan partai pasti akan diberi teguran pertama, kedua, ketiga dan sampai pada pemecatan, kita tidak ingin itu terjadi,” sebut DAeng Ancu.
Dengan keluarnya keputusan rekomendasi dari DPP yang akan merekomendasi pasangan DIAmi maka dipastikan Deng Ichal yang dikabarkan akan berpaket dengan Iqbal Djali tidak lagi mendapatkan ruang memperoleh rekomendasi Demokrat.
Penulis : Desy
Editor : Aril





