INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Hujan deras disertai angin kencang sempat mengguyur kota Makassar pada Selasa dan Rabu (21-22/11/2017) malam sampai siang hari.

Kondisi ini membuat ribuan simpatisan pasangan calon walikota dan wakil walikota Makassar, Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) kawatir. Namun tiba-tiba sekitar pukul 12.00 WITA, cuaca berubah menjadi cerah, meski sedikit berawan.
Puluhan ribu masyarakat dari berbagai pelosok kota Makassar pun berduyun-duyun membanjiri tempat deklarasi di Anjungan City of Makassar Pantai Losari, Rabu (22/11/2017) sore.
Cuaca di sekitar lokasi deklarasi yang dimulai sekitar pukul 16.00 WITA, sangat mendukung. Awan hitam di atas langit menggelayut menutupi matahari.

Cuaca memang agak mendung. Tapi tak ada hujan turun. Padahal sebelumnya kota Makassar sempat diguyur hujan deras disertai angin kencang sejak malam hari. Namun siangnya cuaca kembali bersahabat. Ini membuat puluhan ribu simpatisan menjadi semakin betah.
Sementara dari arah sebelah Selatan Anjungan Pantai Losari dengan diantar ratusan simpatisannya, pasangan DIAmi keluar dari rumah jabatan Walikota. Mereka berjalan kaki menuju dermaga tempat Kapal Phinisi bersandar di bibir Pantai Losari.
DIAmi menumpangi perahu putih Phinisi Bagi Negeri . Kapal tradisional pelaut ulung masyarakat Bugis itu mengantarnya berlayar ke arah Selatan menuju floating stage yang berada di belakang panggung deklarasi.
Sepanjang perjalanan Danny-Indira berdiri berdua di ujung belakang perahu Phinisi. Sambil menaikkan kedua jarinya DIAmi terus diteriaki Oppoki…Oppoki…Oppoki…oleh ribuan warga.
Tiga fliying fox menari-nari di udara mengiringi perjalanan phinisi putih itu hingga ke ‘dermaga’ floating stage.
Di sana puluhan anggota Pemuda Pancasila berseragam loreng dan Brigade 08 yang dikomandoi Andi Erwin Hatta dan Lukman Sulaiman sudah menunggu. Beberapa personil Brimob bersenjata lengkap juga siap siaga.
Pasangan DIAmi lalu diarak ke pangung deklarasi yang tertata apik. Di atas panggung berbentuk huruf ‘T’ beralaskan karpet merah, Danny dan Indira bergantian melakukan orasi politik.
Di hadapan puluhan ribu simpatisannya Danny mengungkapkan berbagai keberhasilan dan penghargaan yang telah DIA jilid 1 raih selama tiga tahun lebih menakhodai kota Makassar.
Prestasi itu sebelum-sebelumnya tidak pernah diraih oleh Makassar. Diantaranya meraih piala Adipura 3 kali bertururt, WTP 2 kali berturut-turut dan capaian PAD Rp 1,4 Triliun. Belum lagi ratusan penghargaan dari dalam dan luar negeri.
‘’Ini bertanda pembangunan kita (Makassar) sangat baik,” pekik Danny dari balik pengeras suara.
Meski begitu Danny mengakui dibalik keberhasilan yang diraih selama ini memang belumlah sempurna. Masih banyak tantangan yang telah dan akan dihadapi ke depannya.
“Bukan berarti tidak ada masalah. Masih ada satu juta masalah menanti di depan kita. Untuk menyempurnakan program yang belum sempurna itulah saya kembali maju mencalonkan diri bersama seorang perempuan tangguh, Ibu Indira,” ujar walikota berlatar belakang arsitektur ini yang disambut aplous ribuan massa.
Pada kesempatan itu pula walikota kelahiran 30 Januari 1964 ini mengungkapkan alasannya memilih Indira sebagai wakilnya.
‘’Saya menetapkan pilihan kepada seorang ibu Indira yang saya yakin tidak salah pilih. Sebab Ibu Indira adalah sosok perempuan tangguh dan cerdas yang mewakili generasi muda, generasi milenial,” jelas Danny.
Menurutnya, diera modern seperti saat ini perempuan-perempuan unggul akan bangkit menjadi kekuatan besar di dunia.
“Mari kita menyesuaikan diri untuk lebih unggul kedepan. Karena itu saya memilih kaum perempuan jadi wakil saya dan wakil generasi milenial,” katanya.
Insya Allah, lanjut Danny, 2X+baik, yang jadi semangat kita akan terus dicapai tahun demi tahun. “Apalagi kalau Allah memberi Rahmat dan TakbirNya kepada kami berdua,’’ ucap Danny.
Diorasi politiknya Danny juga menyampaikan empat pernyataan politiknya untuk membangun Makassar jika terpilih kembali jadi walikota.
Membangun Makassar dari lorong-kelorong tetap menjadi bagian program jangka panjang.
“Kami berdua akan terus konsisten melanjutkan pembangunan mulai dari lorong ke lorong. Karena di Makassar banyak warga yang tinggal di lorong-lorong,” papar Danny.
Selain itu hal yang tidak kalah pentinghnya yakni menciptakan birokrasi bebas KKN, ‘’Kami juga akan memegang teguh prinsip saling menghargai, sipakataui, sipakainge dan sipakale’bi,’’ sebut Danny.
Di bagian akhir orasi politiknya Danny mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat politik praktis. “ASN harus netral. Tetapi ASN juga punya hak politik. Gunakan dengan benar. Tapi jangan politisasi ASN,” katanya.
Penulis : Asri Syahril





