Sanitasi di Makassar Terbaik di KTI

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo.(FOTO: SATRIAWAN)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sri Hartoyo mengungkapkan tingkat akses sanitasi di Indonesia masih rendah. Namun di Makassar cukup baik di kawasan Timur Indonesia (KTI)

‘’Sanitasi apabila tidak diperhatikan akan menyebabkan hadirnya berbagai penyakit. Salah satunya E-Coli yang berakibat menghadirkan stunting (kekurangan gizi),” jelas Sri Hartoyo di acara City Sanitation Summit (CSS) XVII dan Munas III AKKOPSI di Makassar, Rabu (13/12/2017).

Sri hartoyo menegaskan,  kesehatan, tidak hanya kementerian dalam negeri, PUPR, atau Pemda, tapi semuanya harus  bergerak.

Daerah yang terbilang sanitasi rendah di Indonesia, pada umumnya terdapat di daerah bagian timur seperti NTT, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Papua.

Meski begitu Makassar yang berada di timur Indonesia diakui Sri Hartoyo merupakan salah satu wilayah dengan kondisi sanitasi yang terbaik.

‘’Itu karena upaya Pemerintah Kota (Pemkot) yang terus menggenjot perbaikan perilaku masyarakat untuk hidup sehat dengan dimulai dari pembenahan lorong,” katanya.

Dia mengatakan, walaupun Makassar sudah cukup maju dalam hal sanitasi, namun menurutnya soal sanitasi tetap menjadi tantangan ke depan.

Data Kementerian PUPR, akses sanitasi Indonesia hanya 76, 1%. Itu terdiri dari 67, 2% akses layak sanitasi dan 8,9% akses dasar sanitasi.

“Ini terbilang rendah jika dibandingkan dengan negara yang ada di Asia Tenggara,” sebut Sri.

Agar akses sanitasi di Indonesia meningkat, Sry Hartoyo akan terus melakukan pembinaan untuk memicu masyarakat. Selain itu, ia berencana untuk membangun Air Minum yang dikelola oleh PDAM, dan Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Pamasimas ini akan dikelolah sendiri oleh masyarakat.

“Nantinya yang mengelolah masyarakat itu sendiri. U pembiayan akan dibantu oleh pemerintah,” katanya.

 

Penulis : Satriawan

Editor : Asri Syahril

Pos terkait