INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Tim verifikasi faktual berkas perseorangan bakal pasangan calon (bapaslon) Walikota dan Wakil Walikota Makassar yang berlangsung sejak 12 Desember mendapat gangguan dari oknum yang mengaku dari pengurus partai politik.
Ini membuat tim bapaslon perseorangan, Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi), gerah. Mereka keberatan. Sebab kehadiran oknum bayaran tersebut terlalu jauh mencampuri urusan tim verifikasi faktual tingkat bawah (PPS).
Juru Bicara Bapaslon Perseorangan DIAmi, Abdul Haris Awie mengaku keberatan. Apalagi banyak diantara mereka yang bersikap tidak bersahabat. Menurutnya, tahapan verifikasi faktual untuk bapaslon perseorangan bukan domain parpol.
“Kami menerima informasi dari saksi bahwa ada sejumlah parpol yang masuk dalam proses verifikasi faktual. Kami keberatan karena ini kan jalur independen bukan domain parpol,” katanya.
Awie meminta semua pihak menghormati aturan yang telah ditetapkan dan mempercayakan sepenuhnya proses tersebut kepada penyelenggara PPS, Panswas dan saksi bapaslon.
Pihaknya juga tengah melakukan koordinasi hukum atas kehadiran sejumlah parpol di tahapan verifikasi faktual sesuai laporan yang diterima.
Sesuai jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, tahapan verifikasi faktual berlangsung sejak 12 Desember dan berakhir 25 Desember.
Penulis : Desy/*
Editor : Aril





