10 Jam Diculik, Bocah Cilik Itu Akhirnya Ditemukan

Ini foto salah satu pelaku penculikan bocah cilik di Kompleks IKIP Makassar (kanan pakai baju biru) saat ditangkap polisi.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR –Sekitar 10 jam setelah diculik oleh orang tak dikenal, Raehanun Mailiki Umar, bocah perempuan berusia 18 bulan, Selasa (9/1/2018)  malam akhirnya ditemukan sekitar pukul 21.00 WITA.

Adalah Merry (50) warga di Perumahan Telkomas Tamalanrea yang menemukan bocah itu tak jauh dari Sekolah Islam Terpadu Al Asri di perumahan Telkomas. Wanita setengah baya ini langsung memposting foto bocah ini melalui grup WhatsApp yang langsung menyebar viral. 

Untuk mengamankan anak tersebut dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab ia langsung membawa bocah hanus ke Polsek Biringkanayya.   

Diduga balita malang itu diterlantarkan oleh pelaku karena mereka takut. Sebab sesaat setelah kejadian informasi tentang penculikan bocah cilik ini sudah menyebar di man-mana melalui pesan WhatsApp (WA) yang dikirim oleh keluarga korban.

 

Sementara itu seorang pelakunya, kini sudah diamankan oleh aparat kepolisian dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Rappocini, Makassar.

Raehanun Mailiki Umar, bocah perempuan berusia 18 bulan, Selasa (9/1/2018) malam akhirnya ditemukan di Perumahan Telkomas Tamalanrea.

Putri pasangan suami istri, Umar Said dan Fatma Mangerang ini diculik oleh empat orang tidak dikenal, Selasa pagi sekitar pukul 11. WITA.  Pelaku yang mengendarai mobil toyota avansa warna hitam itu langsung memasuki rumah korban di Jalan Pendidikan Raya, Kompleks IKIP F2 Nomor 12, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar.

Etik (34) wanita di dalam rumah yang menjaga Anun, nama kecil bocah itu diborgol tangannya dan mulutnya diitutup lapban warna hitam sebelum membawa kabur bocah tersebut.

Dari rekaman CCTV terlihat seorang perempuan berkacamata datang membawa sebuah dos air mineral. Perempuan berkacamata ini lalu mengetuk pintu rumah korban. Tak berapa lama seseorang dari dalam rumah membuka. Sesaat kemudian muncul seorang laki-laki menggunakan jaket penutup kepala langsung masuk dan mendorong wanita yang membuka pintu itu.

Lelaki ini terlihat mengayunkan tangan kanannya usai mendorong wanita tersebut. Beberapa detik kemudian seorang laki-laki lainnya juga mengenakan jaket dan menutup kepala menyusul masuk dan membantu rekannya. Lelaki kedua ini langsung menutup pintu.

Sementara wanita yang pertama masuk, langsung keluar di depan pagar menunggu. Di luar pagar ada sebuah mobil. Ternyata di atasnya juga ada seorang lelaki menunggu.

Menurut pengakuan Etik, ia sempat didorong keras. Setelah itu mulutnya dilapban dan tangannya diborgol. Pelaku kemudian membawa sang bocah kabur.

Aksi penculikan ini dengan modus menyamar sebagai pengantar barang. Sebelum pelaku datang, seseorang menelpon. Katanya, ada barang yang mau di antar. Itulah sehingga Etik tidak curiga ketika seseorang mengetok pintu rumahnya.

Saat penculikan itu berlangsung kedua orang tua korban sedang berada di kantor. Sang ayah, Umar adalah pegawai di kantor Kementerian Agama Sulsel, sementara ibunya Fatma bekerja di BanK BTN.

Salah seorang pelaku kepada polisi mengaku nekad menculik bocah perempuan ini karena sakit hati dengan orangtua korban yang dinilainya angkuh.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait