INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sulawesi Selatan (Sulsel) masa bakti 2017-2021 yang dipimpin Muh Subhan AK, dilantik Wakil Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perkemi, A. Martoredjo di Hotel Clarion, Makassar, Sabtu (27/1/2018)
Subhan yang juga Direktur Utama PT Semen Tonasa, terpilih secara aklamasi pada Musyawaran Daerah di Kabupaten Gowa, 24 November 2017. Sebagai nakhoda baru Perkemi Sulsel, ia berharap prestasi Kempo bisa jauh lebih baik dari kepengurusan sebelumnya.
“Sudah banyak prestasi yang telah diraih. Namun saya ingin di kepengurusan baru ini prestasi Kempo Sulsel bisa jauh lebih baik. Minimal bisa menyamai PON XVIII 2012 di Riau,” kata Subhan.
Pada PON 2012, Sulsel meraih 3 medali. Masing-masing 1 emas dari kenshi Ronald Huyanto, kelas 60 kilogram (Kg) putra 1 perak diraih Ade Irma di kelas 48 Kg dan perunggu oleh Dian Pratiwi, kelas 45 Kg putri.
Pada PON XIX 2016 di Jawa barat, prestasi kempo Sulsel menurun. Hanya dua medali perunggu diraih. Itu pun masih pada dua atlet putri Sulsel yang turun pada PON sebelumnya di Riau, Dian Pertiwi dan Ade Irma. Keduanya turun di kelas 50 Kg dan 60 Kg.
Menghadapi Pra PON tahun depan Sulsel sudah menyiapkan 10 kenshi. Mereka adalah Muh. Asriadi, Muh. Ilham AR, Isman Triatnan, Suaib Side, Yuli Harlina, Ahmad Setiadi, Aisyah, Rahmayani, Dian Pertiwi, dan Abd Rahman.
Para kenshi ini juga akan mengikuti program Sulsel Prima, salah satu program KONI Sulsel untuk persiapan menghadapi PON XX 2020 di Papua.
“Mereka ini kenshi terbaik di Sulsel saat ini. Kami berharap pada PON 2020 nanti, Kempo Sulsel kembali bangkit. Ini tantangan yang harus kita hadapi bersama. Menggali potensi atlet dan menyusun program kepelatihan salah satu prgram kerja kami ke depan,” ujar Subhan.
Untuk mewujudkan target itu, Subhan mengungkapkan pihaknya akan berkolaborasi dengan dengan berbagai pihak, khususnya jajaran pelatih. Sarana dan lokasi pembinaan juga jadi perhatian.
Saat ini, atlet Kempo Sulsel berlatih di Universitas Hasanuddin dan Pertamina. “Kami berharap, ke depan Sulsel jadi salah satu sentra pembinaan kempo di Indonesia,” tutup Subhan.
Penulis : Asri Syahril





