Rakyat Disuguhi Cara “Kotor” Untuk Gembosi Danny Pomanto di Pilwali Makassar

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Berbaga cara-cara kotor dilakukan kelompok tertentu untuk merusak nama baik Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto di Pilwali Makassar 2018.  Cara-cara itu akhirnya ketahuan setelah beredar di berbagai media sosial (Medsos).

Warga net di Makassar pun heboh setelah  beredarnya grup percakapan yang diduga dari internal salah satu partai besar di Makassar.

Pada percakapan grup WhatsApp (WA) tersebut dijelaskan strategi “kotor” untuk menumbangkan petahana Moh Ramdhan Danny Pomanto yang berpasangan Indira Mulyasari  (DIAmi) di Pemilihan Walikota Makassar 2018.

Seperti diketahui di kontestasi politik lima tahunan di Makassar hanya diikuti dua pasang bakal calon. Selain pasangan DIAmi, pasangan lainnya yakni Munafri Arifuddin dan Rahmatika Dewai alias Appi-Cicu.

Percakapan tersebut, tersebar di sejumlah grup. Termasuk juga di grup Facebook Pilwali Makassar 2018. Postingan percakapan ini, langsung mendapat respon anggota grup yang jumlahnya puluhan ribu.

Bocoran strategi tersebut pun jadi perhatian warga net. Bait demi bait dari kalimat tersebut pun menjadi viral di media sosial.

“Sungguh jahat rencanamu. Ternyata oh ternyata salah duga.. justru Team DIAmi semakin solid.. Strategi yang direncanakan ketahuan,” sebut pemilik akun Sobat DP, Selasa (23/1/2018).

Senada, pemilik akun bernama, Harsono Irrang, berpendapat, dengan adanya tersangka baru terhadap kabinet Danny pada momentum Pilkada ini, maka justru semakin meyakinkan rakyat untuk kukuh mempertahankan pemimpinnya tersebut.

“Walaupun mereka putar balikkan fakta kami tetap solid untuk DIAmi,” tandasnya.

Sementara, Oom Richard, mengutarakan argumennya bahwa fenomena keterkaitan instrumen hukum pada musim pilkada harus ditanggapi bijak oleh masyarakat.

“Pemilih cerdas pasti tidak terpengaruh oleh tuduhan yang dasarnya hanya asumsi murahan seperti ini,” katanya merujuk pada tersebarnya percakapan di grup salah satu parpol pendukung rival calon lain selain DIAmi dengan penetapan Erwin Haija sebagai tersangka oleh Polda Sulsel, Selasa (23/1/2018).

 

Penulis : Asri Syahril

 

 

Pos terkait