Semen Tonasa Target Produksi 7 Juta Ton di 2018

Dirut PT Semen Tonasa Muh Subhan AK.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – PT Semen Tonasa menargetkan 7 juta ton produksi pada tahun 2018. Target pasar juga masih tertinggi di Sulsel yakni 60 persen. Selebihnya provinsi di sekitarnya seperti Papua dan Sulawesi.

Hal itu dijelaskan Direktur Utama (Dirut) PT Semen Tonasa, Muh Subhan AK  usai dilantik menjadi Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Sulawesi Selatan (Sulsel) masa bakti 2017-2021 di Hotel Clarion, Makassar, Sabtu (27/1/2018).

Menurut Subhan, target produksi itu mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu. Produksi 2017  6 juta ton.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, target pasar Semen Tonasa tetap di pulau Sulawesi dan sekitarnya, khususnya Sulsel. Target penjualan Semen Tonasa di Sulsel mencapai 60 persen dari jumlah produksi,” jelas Subhan.

Mantan Direktur Keuangan PT Semen Tonasa ini mengungkapkan secara nasional, persaingan pasar semen memang terbilang ketat. Ia merujuk data tahun lalu, dimana produksi semen nasional mencapai 107 juta ton.

“Sementara permintaan pasar hanya 65-70 juta ton. Terjadi kelebihan produksi yang membuat harga semen menurun,” katanya.

Pria asal Cenrana, Kabupaten Bone ini memprediksi, tahun ini penjualan semen tonasa kemungkinan tidak berpengaruh banyak meski permintaan pasar sedikit membaik.

“Itu karena produksi semen banyak terserap di Jawa dan Sumatera yang tengah membangun infrastruktur seperti jalan tol,” papar Subhan.

Meski begitu, alumni Fakultas Ekonomi Unhas tahun 1997 ini optimitis penjualan semen bakal lebih baik ke depan menyusul program pemerintah yang memperluas pembangunan infrastruktur di Kawasan Timur Indonesia (KTI), khususnya di Papua.

“Untuk wilayah Papua kami mematok target penjualan semen bisa mencapai 8 ratus ribu ton,” ungkap Subhan.

Ia menyebut penjualan semen di Papua bakal membaik menyusul adanya sinergi antar BUMN. “Lewat sinergi antar BUMN, harga semen perzak bisa mencapai Rp500 ribu dari sebelumnya Rp.2 juta. Kondisi ini membuat penjualan semen kian membaik,” katanya.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait