INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Adi Rasyid Ali, Panglima Markas Perlawanan Rakyat (MENARA) Tim Pemenangan calon walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto- Indira Mulyasari menanggapi santai adanya pihak-pihak tertentu yang berusaha menggiringing opini masyarakat yang menyatakan Walikota Makassar mangkir dari panggilan penyidik Ditreskrimsus Polda Sulsel, Jumat (9/2/2018) kemarin.
“Jadi tidak benar kalau ada yang bilang Pak Danny mangkir. Beliau dalam waktu yang bersamaan tengah berada di Jakarta untuk tugas negara dalam kapasitasnya sebagai Walikota Makassar,” jelas Ketua DPC Partai Demokrat Makassar ini.
ARA menjelaskan sudah dua hari terakhir Danny Pomanto bolak-balik di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di untuk memperjuangkan hak-hak pegawai menyusul penahanan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Makassar, Erwin S Haija.
Menurutnya Danny Pomanto itu taat hukum.
“Jadi tolong dihormati. Jangan langsung menjust dibilang mangkir. Kalau mangkir, tidak mungkin kuasa hukumnya datang menemui penyidik. Lagi pula sudah ada surat izinnya yang dilayangkan ke Polda Sulsel beberapa hari lalu,” sebut Wakil Ketua DPRD Makassar ini.
Danny Pomanto mendatangi Kemendagri dan bertemu Dirjen Otonomi Daerah, Soni Sumarsono terkait proses pencairan gaji ribuan pegawai kontrak atau honorer di lingkungan Pemkot Makassar. Selain itu Walikota berlatar belakang arsitek ini berkonsultasi terkait penunjukan pelaksana harian (Plh) pengganti posisi Erwin Haiyya yang saat ini tengah dalam proses pemeriksaan di Mapolda Sulsel.
Penulis : Asril Syahril





