Fahri Hamzah : Tidak Lama Lagi BUMN Dikuasai Negara Asing

Fahri Hamzah.

INFOSULSEL, MAKASSAR — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Fahri Hamzah, melontarkan kritik tajam terhadap kondisi negara ini. Pria yang selalu menggunakan peci ini menegaskan sejak era reformasi hingga sekarang belum ada sosok pemimpin yang sesuai keinginan umat dan bangsa Indonesia.

“Pemimpin-pemimpin terdahulu pun tidak mampu membawa perbaikan yang baik untuk negara ini,” tegas Fahri saat melakukan orasi kebangsaan pada acara Deklarasi Relawan Kawan Muda Anis Matta di Jalan  Perintis Kemerdekaan, Makassar, Jum’at (23/2/2018).

Menurut poltisi PKS ini, 20 tahun sejak era reformasi, bangsa Indonesia, khususnya umat Islam belum pernah menemukan jodoh yang baik, sesuai dengan keinginan dan kehendak umat dan bangsa Indonesia.

Bacaan Lainnya
“Karena pemimpin-pemimpin tidak mengerti dan tidak mampu mengarahkan Indonesia ke tempat yang tinggi, membangkitkan kebanggan, dan rasa kepercayaan diri bangsa dari hari ke hari,” katanya.

Saat berorasi, Fahri Hamsah tidak segan-segan membeberkan kebrorokan pemimpin negara ini dalam menjalankan roda pemerintahannya, terutama kegagalannya dalam menjalankan hukum.

“Hukum dibiarkan terbengkalai. Setiap hari kita menyaksikan sandiwara hukum. Tidak ada selesai-selesainya. Negara ini tidak kunjung selesai membangun konsepsi negara hukumnya,” beber politisi kelahiran Utan, Sumbawa Nusa Tengga Barat ini.

Fahri juga menyoroti kondisi perekonomian di Indonesia yang sangat buruk dan negara ini memiliki utang luar negeri yang sangat besar. Ia menerangkan tidak lama lagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan diakuisisi oleh negara lain.

“Ekonominya juga demikian, rakyat semakin susah. Subsidi mulai dirampas seperti subsidi listrik, subsidi bbm, dll. Utang luar negeri kita hampir 4.000 triliun, tertinggi sepanjang sejarah. Sebentar lagi BUMN kita dimiliki negara lain. Sehingga kita akan menjadi jongos-jongos negara lain, bekerja bukan untuk diri sendiri tetapi untuk orang lain,” terang pria kelahiran 10 November 1971 ini.

Di akhir orasi kebangsaannya, tidak lupa Fahri memberikan gambaran sosok pemimpin yang ideal menurutnya dan juga harapannya untuk bangsa ini.

“Indonesia membutuhkan pemimpin yang setiap pagi memberikan arahan kepada bangsa dan membangkitkan energi tersembunyi kita. Sehingga kita menjadi negara kuat, sehat, mampu menyelesaikan masalah sendiri, dan berkontribusi kepada dunia.” papar Fahri .

 

Penulis: Adriyan Adirizky Rahmat

Editor : Asril Syah

Pos terkait