Pengajian INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Calon Wakil Walikota Makassar Indira Mulyasari Paramastuti Ilham memenuhi undangan Majelis Taklim Masjid Nurul Iman, di rumah salah satu tokoh masyarakat berpengaruh di Jalan Bontobiraeng, ORW 06 Kelurahan Barombong, kecamatan Tamalate, Jumat (17/2/2018).
Pasangan petahana calon Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto ini disambut antusias ratusan jemaah yang mayoritas adalah perempuan. Mereka kebanyakan menggunakan seragam Majelis Taklim.
Wakil Ketua DPRD kota Makassar yang telah mengundurkan diri ini jelang penetapan KPU kota Makassar, hadir untuk bersilaturahmi. Indira sama sekali tidak memberikan sambutan. Ia hanya datang memenuhi undangan dan mendengar ceramah agama serta pengajian.

Indira tampak sangat akrab dengan para jamaah. Perempuan berhijab ini bahkan duduk berbaur di tengah-tengah warga. Sambil ngobrol Indira menikmati aneka kue tradisional Bugis Makassar yang disuguhkan sang empunya rumah. Diantaranya onde-onde atau umba-umba, bolu peca, biji nangka, cucuru bayao dan lainnya.
Indira pun beberapa kali menawarkan penganan itu kepada ibu-ibu, para jamaah. Bahkan mengantarkannya langsung.
‘’Baji’na tawwa Ibu Indira. Tarimakasih Na’. La’bu umurutta na. Ku doakangki Insya Allah sallang jari pemimpingki di Mangkasara,” kata salah satu nenek berusia sekitar 70-an tahun dengan bahasa Makassar yang artinya ”Sungguh baik Ibu Indira. Terima kasih Nak. Semoga anak diberi umur panjang. Saya doakan Insya Allah jadi pemimpin di Makassar.”
Ia mengaku tidak menyangka seorang calon wakil Walikota Makassar datang membawakannya kue di hadapannya. Ia bahkan sempat ngobrol akrab dan bersenda gurau dengan Indira.
‘’Punna kamma ngaseng anne sombere’na pimpinanta, pila majumi Mangkasara,” katanya dalam bahasa Makasar yang artinya ‘’Kalau begini semua ramahnya pimpinan kita maka akan semakin maju kota Makassar.”
Usai pengajian, Indira yang hadir hampir satu jam langsung pamit. Namun saat bersalam-salaman Indira langsung diserbu warga dan jemaah Majelis Taklim untuk minta foto bersama.
Kegiatan pengajian seperti ini merupakan momentum baginya untuk lebih mempererat hubungan antara warga Masyarakat Makassar. Khususnya kaum perempuan.
Penulis : Asri Syahril





