Hari Ini KPU Tetapkan Cawalkot & Cawawali Makassar

Kader PAN di Makassar siap menangkan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar, Senin (12/2/2018) siang hari ini akan mengumumkan calon Walikota Makassar yang akan maju di Pilwali 2018.

Di Makassar hanya ada dua bakal calon Walikota dan Wakil Walikota yang mendaftar. Keduanya yakni petahana Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti Ilham (DIAmi) dan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu.

Bacaan Lainnya

Kedua pasangan telah menerima undangan dari KPU untuk menghadiri tahapan penetapan di Kantor KPU Makassar di Jalan Perumnas Raya No 2A, Antang Makassar. Surat bernomor 144/P.KWK/PL.03,2-Und/7371/KPU-Kot/II/2018 tertanggal 6 Pebruari 2018 itu ditandatangani Syarief Amir, Ketua KPU Makassar.

‘’Kami sudah menerima undangan dari KPU. Insya Allah pasangan DIAmi akan  memenuhi undangan itu,” kata Panglima Markas Perlawanan Rakyat (MENARA) Ketua tim pemenangan pasangan DIAmi, Adi Rasyid Ali kepada INFOSULSEL.COM, Senin (12/2/2018) pagi.

Sebelumnya KPU Makassar menyatakan dua bakal calon walikota Makassar DIAmi dan Appi-Cicu telah memenuhi syarat pencalonan ataupun syarat calon sesuai dengan aturan yang berlaku. Penetapan itu diputuskan dalam rapat pleno terbuka hasil penelitian persyaratan administrasi dokumen persyaratan pencalonan dan persyaratan calon dalam Pilwali Makassar 2018 pada Rabu (17/1/2018) lalu.

Di Pilwali Makassar  2018 petahana Danny Pomanto kembali maju. Namun kali ini tidak lagi bersama wakilnya di periode pertama, Syamsul Rizal. Di periode keduanya, ia berpasangan dengan kader Partai NasDem, Indira Mulyasari.

Pasangan berakronim DIAmi mendaftar melalui jalur perseorangan atau jalur independen. Partai Demokrat menjadi satu-satunya partai parlemen yang memberi rekomendasi. Ikut juga sejumlah partai non parlemen.

Sang petahana akan berhadapan dengan anak menantu Wakil Ketua MPR, Aksa Mahmud.  Ia mendaftar bersama pasangannya yang juga kader Partai Nasdem, Cicu. Keduanya diusung koalisi besar 10 parpol yang mengantongi 43 dari 50 kursi parlemen Makassar. Masing-masing NasDem, Golkar, PDI-P, Gerindra, Hanura, PKB, PPP, PBB, PKS, dan PKPI.

Nama besar mertuanya, Aksa Mahmud dan Bosowa ikut membesarkan nama Appi. Sebelumnya lelaki bercambang ini tak pernah bergelut di dunia politik. Namanya juga baru muncul ketika mantan penyiar salah satu radio swasta di Makassar ini ditunjuk menjadi CEO PSM Makassar pada ISC 2016.

Selama menangani PSM suami dari Melinda, putri ketiga dan satu-satunya putri dari empat anak pendiri Bosowa Corporation itu   sama sekali belum memberi prestasi apa-apa. Terakhir klub yang berdiri sejak 1915 itu hanya finis di urutan ketiga Liga 1 2017. Sementara di ISC 2016 hanya finis di urutan 6 klasemen akhir.

Sementara itu sang petahana Danny Pomanto menempuh jalur perseorangan. Berpasangan dengan Indira keduanya dinyatakan memenuhi syarat pencalonan berupa minimal 65.356 berkas dukungan warga. Jumlah dukungan pasangan ini bahkan jauh melampaui batas minimal, yakni mencapai 117.492 orang.

Pilkada 2018 akan digelar serentak di 171 daerah di Indonesia. Pada 27 Juni 2018. Pilkada ini diikuti 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Komisioner KPU RI, Ilham Saputra mengimbau kepada jajaran KPU di daerah untuk mengantisipasi dinamika aspirasi warga pada hari penetapan peserta pilkada serentak 2018, hari ini.

KPU di daerah diminta untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan keamanan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya protes dari salah satu pasangan calon atau demonstrasi dari massa.

“Kalau ada keputusan yang dianggap merugikan salah satu pasangan calon (paslon) bisa berpotensi demo massa, atau kemudian potensi kerusuhan. Ini harus diantisipasi dari sekarang,” kata Ilham kepada wartawan di gedung KPU RI, Jakarta belum lama ini, Kamis (8/2/2018).

 

Penulis : Asri Syahril

 

Pos terkait