TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1 Ton Sabu dari Kapal Singapura

INFOSULSEL.COM, BATAM – Kapal Republik Indonesia (KRI) Sigurot 864 berhasil mengamankan kapal Sunrise Glory yang diduga memuat sabu seberat 1 ton di selat Philips.

Komandan Gugus keamanan laut Armada Barat, Kolonel Laut (P) Bambang Irwanto menjelaskan kecurigaan awal terhadap kapal yang diduga mengangkut  sabu 1 ton itu, bermula ketika berpapasan dengan patroli KRI Sigurot. Kapal tersebut seolah menghindar sehingga dilakukan pemeriksaan.

Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata kelengkapan dokumen kapal tidak memenuhi standar dan diduga palsu. Demikian juga dengan pengakuan awak kapal yang tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi.

“Mereka berlayar dengan bendera Singapura, tapi ABK bilang mereka dari Indonesia, ini sudah tidak betul,” jelas Bambang, Batam.

Selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan lanjutan. Dan ternyata kapal ini merupakan jenis kapal ikan yang memamg sebelumnya telah melakukan beberapa kegiatan ilegal. Hal itu terlihat dari dokumen dan data kapal yang berulangkali berganti nama.

Kapal Sunrise Glory yang diamankan pada Rabu sekitar pukul 15.30 WIB, kemudian digeser dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam pada Jumat (9/2/2018). Selanjutnya dilaksanakan pengecekan terhadap ABK Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat dan BC Batam.

Dan tepat pada pukul 18.00 WIB, Tim berhasil menemukan barang bukti narkoba sebanyak 41 Karung Beras dengan perkiraan 1.000 kilogram atau 1 ton. Barang tersebut ditemukan di atas tumpukan beras dalam palka bahan makanan.

“Kapal ini hanya kamuflase sebagai kapal ikan. Ternyata ini adalah kapal dengam muatan berbahaya, termasuk transaksi gelap di Out Port Limit (OPL),” jelas Bambang.

Sementara itu, Kapten KRI Sigurot, Kolonel Arizzona menuturkan, keempat ABK tidak melakukan perlawanan ketika diamankan. Mereka hanya berupaya berkelit dengan menunjukkan dokumen kapal yang mereka pakai. Namun pihaknya tetap melakukan pemeriksaan karena telah dicurigai melakukan pelanggaran pada Rabu (7/2/2018).

“Mereka coba memperlihatkan dokumen, tapi kita ketahui terindikasi palsu, jadi tetap kita amankan,” kata Arizzona.

 

Penulis :Asril

Pos terkait