ARA : Cicu Lebih Pantas jadi Calon Walikota, Appi 02

Bersama calon wakil walikota Makassar nomor urut 2, Indira Mulyasari, Rachmatika Dewi dinilai lebih layak menjadi calon 01 dibanding Appi, seperti nomor urut 1 yang dia perlihatkan. (FOTO : SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Debat kandidiat pertama calon walikota dan wakil walikota Makassar telah usai digelar oleh KPU Makassar di Hotel Grand Clarion, Jumat (16/3/2018) malam.

Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Dua pasang calon nomor urut 1 dan 2, Munafri Arifuddin-Rachmatikan Dewi (Appi-Cicu) dan Moh Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari Ilham (DIAmi), hadir dalam debat tersebut. Visi-misi sudah dipaparkan. Kedua paslon juga sama-sama mendapat giliran menjawab pertanyaan panelis. Sesama kandidat juga diberi kesempatan saling bertanya dan saling memuji.

Bacaan Lainnya

Hasilnya, seperti sudah diduga. Pasangan nomor urut 2, DIAmi jauh lebih unggul dibanding Appi-Cicu. Danny Pomanto menguasai seluruh materi pokok yang menjadi bahasan debat, yakni infrastruktur transportasi, hukum pemerintahan dan sosial perkotaan.

Jawaban Danny-Indira, lugas, singkat, padat dan berisi. Disertai pula dengan data konkrit. Lalu, bagaimana dengan kandidat nomor urut 1?

Panglima Menara Perlawanan Rakyat (MENARA) Tim pemenangan pasangan DIAmi, Adi Rasyid Ali melihat ada hal yang dinilainya sangat lucu dan menggelikan pada debat kandidat tersebut.  Ia menyebut paslon no 1 jawabannya jauh melenceng dari pertanyaan panelis.

‘’Pasangan Nomor  1  sangat normatif dan cenderung tidak nyambung. Beda dengan paslon Nomor 2, Dany-Indira. Pemaparannya lebih kepada fakta yang didukung oleh data dalam memaparkan visi- misinya,” papar ARA yang duduk di kursi paling depan pada acara debat kandidat tersebut.

Di sinilah, lanjut dia,  masing-masing kandidat bisa dilihat kualitasnya, mana yang PAHAM dan mana yang HAPAL. Ia mencontohkan soal reklamasi yang akan dihentikan oleh Appi jika terpilih jadi walikota.

‘’Padahal di situ sangat jelas sekali  ada Undang-Undang (UU) 23 tahun 2004 yang mengatur tentang Pemerintahan Daerah. Pada UU ini  diatur jelas terkait distribusi fungsi pemerintahan antara pemerintah pusat dan daerah. Soal reklamasi itu kewenangan provinsi, bukan jadi kewenangan Pemkot. Kalau UU mau ditabrak dengan menghentikan reklamasi, sebagai calon walikota, kan jadinya lucu. Ini betul-betul menggelikan,” tegas ARA.

ARA menilai, kalau dibandingkan paslon pasangan nomor urut 1,  dari segi kualitas dan penguasaan materi debat, Cicu lebih pantas sebagai calon walikota dari pada jadi calon wakil walikota.

“Yang menarik Cicu lebih menguasai persoalan dibanding Appi. Mungkin karena background Cicu seorang politisi dan mantan legislator di DPRD kota dan provinsi. Sayang sekali karena Cicu berada pada posisi calon wakil walikota,” sesal ARA.
Dua kandidat nomor urut 1 dan 2 pasangan Appi-Cicu dan Danny-Indira pada debat kandidat Jumat (16/3/2018) malam.

Di sisi lain ARA juga membandingkan pasangan yang maju lewat jalur perseorangan yakni nomor urut 2, DIAmi.

‘’Pasangan DIAmi jauh lebih unggul. Kenapa? Karena Pak Danny dan Ibu Indira menguasai materi pokok yang menjadi bahasan pada debat tadi malam,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Makassar ini juga menyebut, Itu karena ditunjang dengan  pengalaman Danny Pomanto dalam memimpin kota Makassar selama tiga tahun lebih.

“Sementara pasangannya Ibu Indira di periode yang sama menjadi wakil ketua DPRD Makassar. Ini dua sosok pemimpin yang sama-sama cerdas,  berkaloborasi menjadi calon walikota dan wakil walikota Makassar. Tentulah akan melahirkan pemimpin yang berkualitas pula,”tegas ARA, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Makasar ini.
‘’Dari jawaban-jawaban yang disampaikan oleh 2 pasang kandidat di debat kandidat semalam saya kira masyarakat Makassar sudah bisa menilai siapa yang layak, pantas dan cocok memimpin kota Makassar periode 2019-2024,” tegas ARA.

Sebelum mengakhiri wawancara ARA menitip 2 pesan kepada masyarakat Makassar jika kelak memilih walikota Makassar pada 27 Juni 2018 nanti.

‘’Pesan pertama, jaga Makassar. Karena Makassar ini rumah besar kita semua. Pesan ke-2, soal pilihan itu nomor 2,” ujarnya sambil mengangkat dua jarinya.

 

Penulis : Sri Syahril

Pos terkait