Pengamat: Debat Publik Pertama Pilgub Sulsel 2018 Lebih Banyak Hadirkan Nuansa Edutainment

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR– Debat Publik Pertama Pilgub Sulsel 2018 yang digelar pada Rabu (28/3/2018) malam di Hotel Clarion Makassar diharapkan menjadi ukuran bagi masyarakat Sulsel mengenal sosok calon gubernur dan wakil gubernur yang akan dipilih pada Pilkada Juni mendatang.

Terkait hal itu, pengamat Politik Unismuh, Andi Luhur Priyanto mengatakan, debat publik pertama Pilgub Sulsel 2018 lebih banyak menghadirkan nuansa edutainment, artinya sukses memberikan hiburan, memberikan pendidikan memberikan kenyamanan bahwa Pilgub Sulsel ini lebih aman dan lebih berbudaya.

Tetapi secara umum, jika dieksplosari program yang ditawarkan oleh empat pasangan calon tidak banyak yang melakukan terebosan utamanya gagasan atau masalah masalah lama di Sulsel.

“Ini yang tidak banyak dilakukan oleh para kandidat seperti misalnya masalah kemiskinan, bagaimana meretas kemiskinan, bagaimana menciptakan wirausaha baru melalau koperasi, juga ada progam rumah produktif, pengelolaan sampah. Setahu saya sistem pengelolaan sampah itu sudah dilakukan di Makassar,” kata, Luhur di acara Diskusi Politik ” Pemimpin Sulsel, Pemimpin Rakyat” di Warkop Pres Corner, Jl. Pengayoman, Kamis (29/3/2018).

Menurut Luhur, hampir semua gagasan yang di tampilkan kandidat nyaris tidak ada ide yang baru. Begitu menjawab tantangan di soal kemiskinan, ketimpangan, sampah, perencanaan pembangunan atau soal peningkatan produksi pertanian belum ada terobasan dan inovasi yang berbeda yang kemudian bisa menempatkan Sulsel bisa bersiang dengan provinsi lain di Indonesia.

“Kalau tujuan pelaksanaan debat ini untuk menurunkan tensi kompetisi yang semakin memanas, saya kira penyelenggara berhasil. Tetapi kalau untuk mengeksplorasi kapasitas memerintah (governability) kandidat, saya kira belum optimal,” ujarnya.
“Eksplorasi kandidat lebih fokus pada pengalaman memimpin dengan teritori yang lebih sempit. Spektrum program yang di tawarkan belum menempatkan Sulsel dalam konstelasi dan interkoneksi dengan kemajuan provinsi-provinsi lain secara nasional,” lanjutnya.

Kendati demikian Luhur mengapresiasi Debat Publik Pertama Pilgub Sulsel 2018 sebag berhasil mengedepankan budaya Sipakatau bahwa para kandidat bisa saling menghargai.

“Pelaksanaannya aman dan terkendali dan ini menjadi catatan baik untuk penyelenggara,” tandasnya.(*)

Penulis: Ashari Prawira Negara/C

Pos terkait