INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Fitnahan demi fitnahan yang ditujukan kepada petahana Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto seakan tak pernah berhenti. Yang paling anyar, calon Walikota nomor urut 2 itu dituding lagi menerima fee 30 persen dari anggaran pengadaan pohon ketapang kencana.
Fitnahan yang tidak mendasar itu datang dari mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Makassar, Gani Sirman yang kini telah menjadi tersangka di Mapolda Sulsel.
Tapi, Danny Pomanto menanggapi tudingan itu dengan santai. “Sejak kapan saya minta uang ke SKPD (OPD). Silahkan buktikan, SKPD yang mana?” tanya Danny di depan sejumlah awak media di kediaman pribadinya, Jalan Amirullah, Senin (16/4/2018).
Ia malah menuding pernyataan Gani itu lebih kepada ingin memanfaatkan momentum politik untuk membunuh karakternya.
Pernyataan Gani juga ditanggapi santai oleh Panglima Markas Perlawanan Rakyat (Menara) tim pemenangan Danny-Indira Mulyasari (DIAmi), Adi Rasyid Ali.
‘’Statement Gani Sirman itu harus bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Jangan hanya menebar fitnah. Bagi saya, tudingan ini hanya bertujuan untuk pembunuhan karakter Pak Danny di tengah momentum Pilkada Makassar. Ini mainan lama yang sudah basi,” kata ARA, sapaanya.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat ini menduga statemen Gani tersebut karena ada tekanan dari pihak-pihak tertentu.
‘’Mudah-mudahan statemen Gani bukan karena tekanan kelompok-kelompok tertentu yang ingin memaksakan sesuatu di Pilkada Makassar. Jangan sampai ada maling teriak maling, nanti malah jadi Malinkundang,” sebut ARA, sedikit bercanda.
Terkait fee 30 persen yang disebut Gani, ARA malah balik bertanya. ‘’Sebenarnya Gani Sirman ini sedang membicarakan tentang dirinya atau atau siapa? Jangan sampai Gani ini sedang berhalusinasi,” ujarnya.
Adik kandung mantan Ketua DPD Partai Demokrat Reza Ali ini mengaku beberapa hari lalu ia bermimpi. Dalam mimpinya itu ARA melihat akan ada lagi skenario busuk yang dibuat oleh kelompok-kelompok tertentu yang ingin menjatuhkan pasangan DIAmi.
“Kelompok ini sebenarnya beda-beda tipis dengan Yahudi alias Zionis yang menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan dan keinginannya,” ungkap ARA.
Karena itu kepada warga kota Makassar ia berpesan untuk mewaspadai gerakan kelompok tertentu yang sengaja ingin membodohi masyarakat dengan dagelan politik ala Yahudi dan Zionis.
“Kalau kata orang, kejahatan itu terjadi bukan karna ada niat tapi karna ada kesempatan. Tetapi yang terjadi di Pilkada Makassar, dua-duanya ada. Memang telah diniatkan dan kesempatan itu juga ada,” papar Wakil Ketua DPRD kota Makassar ini.
ARA juga berpesan kepada pembuat skenario busuk bahwa suatu saat yang mereka perbuat akan berbalik kepada diri mereka sendiri. Ia berharap orang-orang tersebut kembali ke jalan yang benar.
‘’Kalau mereka benar-benar orang beragama dan beriman serta percaya akan kebesaran Allah, Sang Maha Pencipta, saya yakin mereka akan sadar dan menghentikan cara-cara kotor yang selama ini mereka lakukan,” ujarnya.
Pilkada kota Makassar menurutnya sudah menjadi perhatian Nasional. Ia yakin Presiden Joko Widodo pun tahu apa yang saat ini terjadi.
‘’Karena itu saya mengingatkan di atas langit masih ada langit. Sehebat apapun kita, yang namanya manusia tetaplah kita hamba Tuhan yang tidak sempurna,” kata ARA, mengingatkan.
Penulis : Asri Syahril





