INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Nurman diminta untuk mundur atau dimundurkan sebagai anggota DPRD Kota Makassar.
Hal ini ditegaskan saat aksi unjuk rasa sejumlah kelompok masyarakat berkaitan proses 13 legislator yang diduga menggunakan fasilitas negara yakni mengkampanyekan pasangan calon walikota Makassar, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi di gedung DPRD Makassar.

Massa aksi yang tergabung dalam pendukung pasangan Moh Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti menilai, Andi Nurman terkesan arogan dan tidak mewujudkan seorang wakil rakyat.
Alasannya, saat aksi unjuk rasa menuntut 13 legislator diproses hukum lantaran diduga keras melanggar konstitusi, Andi Nurman malah melontarkan kata-kata tidak pantas kepada massa aksi.
“Pecat itu Andi Nurman. Dia bilangi kita tolo (Bodoh) saat meminta 13 anggota dewan diproses,” kata salah satu massa aksi saat diterima di ruang aspirasi DPRD Makassar, Senin (9/4/2018).
Ditegaskan lebih jauh, jika Andi Nurman tidak diproses, baik melalui Badan Kehormatan DPRD Makassar maupun diproses di partainya maka massa kembali akan datang melakukan aksi yang lebih banyak lagi.
“Andi Nurman juga harus meminta maaf secara terbuka, kalau tidak kami akan datang kembali dengan massa lebih banyak,” tegasnya.
Untuk diketahui, aksi ini dipicu lantaran BK DPRD Makassar seolah tutup mata dengan persoalan 13 legislator itu. Padahal, massa aksi mengaku mengantongi banyak barang bukti.(*)
Penulis: Ashari Prawira Negara/B





