Mentan Amran Sulaiman : Potong Rantai Pasok, Solusi Stabilkan Harga Pangan

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Presiden Joko Widodo di tengah sawah.

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR –Nakhoda Baru, Badan Urusan Logistik (Bulog), Komjen Purn Budi Waseso, memimpin rapat kordinasi pertama sejak ditetapkan sebagai Direktur Utama Perum Bulog, akhir April lalu. Rakor dihadiri Menteri Pertanian dan Kasad TNI, yang diwakili Aster Kasad.

Mentan Andi Amran Sulaiman, sebagai nara sumber utama pada Rakor ini memaparkan, rencana dan evaluasi ‘Sergap’,  Serap Gabah Petani dan Pengadaan 1000 Unit Dryer, di 8 Sentra Produksi Gabah Nasional, Rabu (9/5/2018).

Bacaan Lainnya

Dalam paparannya Amran menekankan pentingnya komitmen dan sinergitas antar lembaga terutama di lapangan.

“Kementerian Pertanian, sebagai regulator dan bertanggung jawab pada produksi dan Bulog sebagai operator, harus mengambil peran dan tanggung jawab bersama, demi Merah Putih,” tegas Amran dalam keterangan resmi Kementrian Pertanian yang diterima INFOSULSEL.COM, Jumat (11/5/2018).

Amran mengakui meski kegiatan ini sudah tiga tahun dilaksanakan namun persoalan yang dihadapi belum juga tuntas. Laporan angka serapan dalam pekan pertama penugasan Kabulog baru, naik hingga 22.000 ton/ hari.

”Pekan ini ada hal baru. Dan ini luar biasa, walau data hari ini dari lapangan turun menjadi 17.000 ton,” katanya.

Amran yakin dengan kepemimpinan Kabulog baru, semua pasti akan berubah. Sinergitas akan terlaksana hingga target Serap Gabah, akan tercapai sesuai arahan Presiden di Rakortas, yakni 2,2 juta ton, beras.

Ia mengungkapkan ketersediaan stok pangan untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri, sampai saat ini aman. Tahun lalu, stablitas harga mendapat apresiasi terbaik dalam 10 tahun terakhir.

“Tahun ini kita berharap harus lebih baik dari tahun lalu, tidak ada alasan untuk tidak lebih baik, demi Merah Putih, mari kita bangun kerja sama yang saling mendukung,” ujar Mentan asal Makassar itu.

Mentan, juga menunjukkan beberapa analisa pasar yang abnormal. Selama ini indikatornya adalah stok Bulog dan suplay ke Pasar Induk Cipinang.

“Bila terpenuhi akan menurunkan harga. Saat ini stok Bulog ada 1 juta ton. Suplay di Pasar Induk, beras Cipinang lebih 40.000, ton. Namub faktanya harga tidak signifikan turun. Berarti ada yang salah dan harus diperbaiki,” jelas Amran Sulaiman.

Ia menegaskan semua kebijakan yang  diambil atas perintah Presiden. Bila ada kepentingan pribadi  Amran berjanji akan mundur. Termasuk jika ada pejabat Kementan yang main-main, Amran tidak segan-segan akan memecat.

Aster Kasad, Mayjen. TNI, Supartodi, dalam paparannya, menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan komitmen Serap Gabah Petani dan swasembada pangan.

Mantan Kasdam VII Wirabuana (sekarang Kodam XIV Hasanuddin) menjelaskan berdasarkan perintah Panglima Tertinggi, MOU di Pangkalan Bun, antara Kementerian Pertanian dengan TNI, dan  Panglima TNI, menugaskan TNI AD, sebaga mitra,  untuk pencapaian swasembada pangan.

“Kami optimis Bulog dibawa nakhoda Pak Buwas, akan lebih baik,’’ katanya.

Kabulog, Budi Waseso, kepada awak media, berjanji akan bekerja lebih cepat. “Bulog akan melaksanakan masukan dari Menteri Pertanian dan TNI. Lihat aja nanti,”  ujar mantan Kabareskrim Mabes Polri dan Kepala BNN ini.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait