INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Bruce Djite cedera lagi. Kontribusinya terhadap PSM Makassar sampai pekan ke tujuh Liga 1 2018 sangat minim. PSM tampaknya jadi korban pembelian kucing dalam karung.
Sejak didatangkan di awal musim, pemain berpaspor Australia ini baru bermain selama 89 menit di dua partai berbeda.
Bruce memulai debutnya di Liga 1 2018 saat PSM bertandang ke markas Sriwijaya FC, Sabtu (28/4) lalu. Bruce tampil sebagai pemain pengganti. Ia masuk menggantikan Guy Junior di menit ke-64. Ia bahu membahu bersama Ferdinand Sinaga di lini depan.
Di penampilan keduanya Bruce menjadi starter saat laga kandang menghadapi Mitra Kukar. Tapi ia ditarik keluar pada menit 63 dan digantikan oleh Guy Junior. Bruce diganti karena cedera lamanya kambuh.
Awal kehadiran Bruce di skuad Juku Eja diharap mampu mengangkat performa tim ini. Namun, ibarat kata pepatah ‘Jauh panggang dari api’. Jangankan mencetak gol, memberi assist pun sama sekali belum ia lakukan.
Bruce Djite mendarat ke Makassar atas rekomendasi sang menner, Robert Alberts. Pelatih asal Belanda ini yang ngotot memboyong pemain kelahiran Amerika ini
Kepada manajemen PT PSM Robert menggaransi pemain berusia 31 tahun yang pernah menjadi bagian di Timnas Australia itu adalah pemain hebat. Namun kenyatannya pemain kelahiran 25 Maret 1987 itu tidak ada apa-apanya. Sejak awal musim ia langsung berkutat dengan cedera.
Kini jelang menghadapi Arema FC, Minggu (13/5/2018) pemain yang pernah dinobatkan sebagai pemain Terbaik Australia League of the Year musim 2008 itu kembali absen. Lagi-lagi karena alasan yang sama, cedera lama pada betisnya kambuh lagi.
Kondisi ini membuat Robert Alberts geram. Padahal mantan pemain Adelaide United ini sudah dinyatakan membaik jelang menghadapi laga tandang saat PSM menjamu Mitra Kukar di Stadion Mattoanging Minggu (6/5/2018), lalu. Ia bahkan diturunkan di laga ini dan menjadi starter. Namun Djita tak bermain full 90 menit.
“Bruce absen lagi. Dia kembali mengalami cedera lamanya di bagian betis. Dia harus tinggal untuk istrahat,” kata Robert.
Robert berkilah, kalau tidak cedera Bruce sudah mengoleksi banyak gol. Setidaknya 5 sampai 6 gol.
“Ini bukan kabar baik. Pada prinsipnya sebagai seorang striker dia (seharusnya) sudah bisa menciptakan 5 atau 6 gol di 7 pertandingan yang sudah dilewati. Tapi pada kenyataannya, dia tidak sesuai harapan,” sesal
Ini tentu saja ini merupakan pembelian PSM musim ini yang sangat mubassir. Apalagi kontrak pemain asing yang satu ini terbilang tinggi. Konon kabarnya mencapai angka pada kisaran Rp 1 miliar.
Harga Bruce yang tinggi itu karena manajemen PT PSM mendapat jaminan dari sang mentor. Namun kenyatannnya, kualitas pemain asing ini tidak sesuai ekspektasi. Bahkan jauh lebih berkualitas pemain lokal seperti Ferdinand Sinaga, misalnya.
Sebagai pelatih sekaligus orang yang merekomendasikan pemain ini Robert adalah orang yang paling bertanggungjawab. Sebab kehadiran Bruce ibarat membeli kucing dalam karung.
Penulis : Asri Syahril





