INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menghadiri pelepasan ekspor 6.700 ton jagung ke Filipina, di Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (9/3/2018). Ini merupakan ekspor awal dari total volume 60 ribu ton senilai Rp120 miliar.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengatakan, ekspor jagung ini merupakan hal yang menjadi rutinitas di daerahnya. Sejak tahun 2010, tiga perusahaan telah mengirimkan komoditas tersebut ke Filipina. Jagung tersebut berasal dari beberapa kabupaten antara lain Bone, Maros, Gowa, dan Takalar.
“Ekspor ini sebagai bagian surplus. Ini membuktikan bahwa pemerintah bersinergi dan tidak bergantung pada negara lain,” kata Gubernur Syahrul.
Di Sulsel produksi jagung di tumbuh rata-rata 8,69 persen per tahun, sejak 2008 hingga 2017. Tahun lalu, menurut BPS, daerah ini memproduksi 2,34 juta ton jagung, menjadikannya sebagai salah satu potensi komoditas ekspor unggulan.
“Kegiatan ekspor memberi dampak positif terhadap akselerasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan mendukung program peningkatan ekspor nasional,” ujar Syahrul.
Amran Sulaiman menyebut ekspor komoditas jagung dari Sulsel merupakan yang kedua di Indonesia tahun. Sebelumnya Gorontalo juga telah mengekspor jagung 57 ribu ton lebih.
Menurut Amran, ekspor jagung merupakan sejarah baru bagi Indonesia. Sebab sebelumnya, negara ini selalu mengimpor. Indonesia, kata dia, bahkan siap untuk memenuhi kebutuhan negara-negarat tetangga seperti Malaysia dan Filipina.
Ekspor komoditas jagung ke Filipina menambah daftar jumlah komoditas yang langsung diekspor dari Pelabuhan Makassar. Sebelumnya, beberapa komoditas juga rutin dilakuan seperti kakao, udang, ikan, garam, dan nikel.
“Kami berharap, negara tujuan ekspornya juga ditingkatkan, tentunya berdasarkan permintaan pasar,” kata Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero), Doso Agung.
Penulis : Asril





