INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Kolom Kosong di Pilkada Makassar 2018 untuk sementara menang. Itu berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei. Salah satunya Celebes Research Center (CRC).
Dari 86 persen data yang masuk hingga pukul 20.30 Wita, Kotak Kosong yang dimotori Partai Demokrat memperoleh 53,45 persen suara. Sementara kandidat tunggal, Munafri Arifuddin dan Rachmatika Dewi meraih hasil 46,55 persen.
Ketua DPC Partai Demokrat Makassar, Adi Rasyid Ali (ARA) menyatakan, keberhasilan ini merupakan hasil perjuangan masyarakat bersama Partai Demokrat.
‘’Saya kira ini adalah kemenangan seluruh masyarakat Makassar bersama Partai Demokrat yang menjadi satu-satunya partai parlemen di DPRD Makassar yang mengusung paslon DIAmi,” tegas ARA, sapaannya, Rabu (27/6/2018) malam di kediaman pribadi Danny Pomanto di Jalan Amirullah.
Pasca tersingkirnya pasangan Mohammad Ramdhan Pomanto dan Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi), di Pilwali Makassar partai besutan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama relawan DIAmi terus bergerak mensosialisikan Kotak Kosong.
“Semua kader Demokrat di 15 PAC di Makassar bergerak secara massif mensosialisasikan Kolom Kosong dengan menebar spanduk ke masyarakat,” jelas ARA.
Kemenangan Kolom Kosong bukti Demokrat masih tetap unggul menghadapi 10 partai besar yang mendukung paslon nomor urut 1.
“Kalau kami sendiri dikeroyok dan kami kalah, itu hal biasa. Tapi kalau menang, itu baru luar biasa,” ujarnya.
ARA mengaku dalam mendukung Kolom Kosong Partai Demokrat sama sekali tidak melakukan perekrutan pengawas. Sebab semuanya dilakukan oleh relawan.
“Tadi di semua TPS yang ada di Makassar diawasi oleh ribuan orang. Mereka bekerja sukarela. Bahkan mereka berinisiatif sendiri tanpa diberi honor,”ungkap Wakil Ketua DPRD kota Makassar ini.
Hal senda dikatakan Sekretaris DPC Partai Demokrat Makassar, Abdi Asmara. Ia menambahkan, sejak paslon DIAmi didiskualifikasi relawan secara masif mensosialisasikan Koko hingga di tingkat paling bawah..
“Posko pengaduan sampai tingkat PAC untuk mengawasi pelanggaran pilkada, dan mengajak masyarakat untuk ke TPS menyalurkan hak pilihnya. Hasilnya, Alhamdulillah Kolom Kosong bisa menang,” tutur Abdi.
Penulis : Asril





