INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dalam dua pekan terakhir PSM Makassar dijuluki tim spesialis set piece karena tiga gol yang mereka hasilkan dari dua pertandingan semuanya berasal dari corner kick.
Meski demikian, Robert Alberts selaku pelatih Pasukan Ramang enggan ambil pusing karena anak asuhnya hanya bisa mencetak gol melalui set piece saja sedangkan gol tidak hadir dari skema open play.
“Dalam sepakbola, ada perumpaan bahwa tidak peduli bagaimana caranya gol datang. Terpenting adalah kami membuat gol, tidak peduli bagaimana proses terciptanya,” ungkap Robert, Jum’at (8/6/2018).
Pelatih asal Belanda tersebut menilai anak asuhnya bisa saja mencetak banyak gol melalui skema open play terutama saat melawan Persipura Jayapura andai pemainnya tenang dan Bruce Djite bermain.
“Pertandingan sebelumnya kami mendapatkan banyak peluang dan lebih bagus dari lawan, namun pemain agak sedikit gugup. Kami juga kehilangan striker (Bruce) di pertandingan tersebut karena cedera,” tuturnya.
Mantan pelatih Serawak FA tersebut merasa bersyukur karena pemainnya masih bisa menghasilkan peluang dan gol di setiap pertandingan.
“Yang saya khawatirkan adalah jika kami tidak menciptakan peluang sama sekali. Kedua, apabila kami juga tidak bisa menghasilkan gol dalam satu pertandingan,” papar Robert.
Hingga 12 pertandingan yang dilalui Pasukan Ramang di Liga 1 2018. Willjan Pluim dkk berhasil mencetak 18 gol, dimana gelandang Rizky Pellu menjadi top skor sementara dengan koleksi 4 gol.
Penulis: Adriyan





