INFOSULSEL.COM, MAKASSAR-Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya meningkat pertumbuhan ekonomi lewat kegiatan ekspor. Seperti diketahui tahun 2017 lalu, realisasi ekspor Sulsel mengalami surplus sebesar Rp812 miliar.
Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah mengatakan untuk program pengembangan ekspor Sulsel pihaknya melakukan dua kegiatan. Pertama melakukan direct call atau pengiriman langsung barang dari Pelabuhan Makassar ke beberapa negara Eropa.
Program kedua dengan melakukan diversifikasi atau perluasan pasar kerjasama negara tujuan ekspor. Program ini dilakukan di beberapa negara yang ada di tiga benua.
“Mulai dari Afrika, ada negara Afrika Selatan, Nigeria, Namebia dan Ghana. Asia Selatan ada negara India, Bangladesh, Sri Langka dan Pakistan. Terakhir ke Amerika Selatan, Da negara Brasil, Peru, Colombia dan Venezuela,” kata Hadi saat dikonfirmasi, Selasa (19/6/2018).
Adapun 10 negara tujuan ekspor Sulsel di tahun 2018 adalah Jepang, Cina, Amerika Serikat, Malaysia, Vietnam, Republik Korea Belanda, Jerman, Filipina dan Rusia.
Sementara komoditas unggulan ekspor Sulsel diantaranya rumput laut, mete kupas, udang segar, kakao mass, biji kopi, kakao butter, kakao liquor, telur ikan terbang, dedak gandum dan udang olahan.
“Dari segi pelayanan, kami mempermudah penerbitan Surat Keterangan Alas (Alas). Sejak tanggal 9 April, proses penerbitan bisa dilakukan di kantor Terminal Peti Kemas,” pungkasnya.(*)
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





