Panwaslu Makassar: Kekerasan Terhadap Jurnalis Cederai Semangat Demokratis Pilkada

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR–Ketua Panwaslu Kota Makassar Nursari menyayangkan insiden kekerasan yang menimpa salah satu Jurnalis Metro TV, Faisal Wahab (Baygon) saat melakukan peliputan proses rekapitulasi suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel (Pilgub Sulsel) serta Walikota dan Wakil Walikota Makassar (Pilwalkot) di Kecamatan Mariso, pada 1 Juli 2018 adalah kulminasi dari block akses publik terhadap penyelenggaraan rekapitulasi suara pada tingkat kecamatan.

“Kami sangat menyayangkan insiden pelarangan liputan media dan kekerasan yang menimpa rekan Jurnalis Metro TV pada tingkat rekap di kecamatan,” terang Nursari melalui rilis yang diterima Infosulsel.com, pada Senin (2/7/2018)
“Kekerasan tersebut selain perbuatan pidana dan pelanggaran terhadap ketentuan Ratifikasi Sipol Ekosob, UU pers, dan UU Pilkada, juga memcederai semangat demokratis yang kami usung dalam penyelenggaraan Pilkada ini,” lanjut Nursari.

Lebih lanjut, berdasarkan sejumlah informasi yang dihimpun dari Panwascam di lapangan, terdapat sejumlah ketentuan larangan pelibatan media dalam proses rekap suara yang dibuat oleh PPK pada sejumlah kecamatan. Untuk itu pihaknya berharap KPU Kota Makassar harus dapat memastikan akses dan partisipasi masyarakat dalam proses rekapitulasi suara dapat terakomodir.

Bacaan Lainnya
“Kita juga mendesak aparat Kepolisian agar dapat secara serius mengusut kasus kekerasan yang menimpa rekan Jurnalis dari Metro TV,” tandasnya. (*/rls)

Editor: admin

Pos terkait