Sulsel Sumbang 18 Atlet di Asian Games 2018, Ketua KONI Sulsel : ”Kami Bangga”

Ketua KONI Sulsel Ellong Tjandra (kanan) bersama mantan Ketua KONI Sulsel Andi Darussalam Tabusalla pada Musprov KONI Sulsel beberapa waktu lalu.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Sulawesi Selatan (Sulsel) menyumbang 18 atletnya yang tersebar di delapan cabang olah raga (Cabor) yang akan berlaga pada Asian Games 2018 di Jakarta dan Pelambang.

Dari delapan cabor tersebut judo, angkat besi, pentatlon, triatlon dan atletik masing-masing menyumbang satu atlet. Sementara itu renang indah, layar selancar dan dayung masing-masing menyumbang tiga atlet.

Cabor sepak takraw Sulsel menjadi penyumbang atlet terbanyak yakni empat atlet. Masing-masing tiga putra dan satu atlet putri.

Bacaan Lainnya
Ke-18 Atlet tersebut masing-masing Aditya Wahyudi Muhammad (judo). Kemudian renang indah putri,  Iin Ramadhani, Nabillah Putri, Diswatama dan Nurfahnurul Utami,

Di cabor angkat besi ada nama Rahma Erwin Abdullah.  Untuk cabor layar selancar dua atlet putri Nurul Oktaviana Basri dan Zevania Eldiva Finandika dan satu atlet putra,  Ismail,

Anwar tarra, atlet dayung asal Sulsel andalan Indonesia di Asian Games 2018.

Untuk cabor sepak takraw masing-masing satu putri yakni Kusnelia dan tiga putra, Muh Ardiansyah Muliang, Andi Tri Sandi Saputra dan Novrizal.

Tiga atlet andalan Sulsel lainnya ada di cabor dayung yakni Anwar Tarra, Zulfianto dan Syahrul Saputra. Sementara di cabor triatlon-pentatlon menyumbang dua atlet, Andi Gumilang dan Yusri. Syamsuddin Massa mewakili cabor atletik.

Selain menyumbang 18 atlet sejumlah pelatih dan pengurus cabor Sulsel juga dipecaya menjadi pelatih dan asisten pelatih serta manajer.

Di cabor layar-selancar Muh Basri dipercaya menjadi manajer dan dua asisten pelatih yakni Haidar Akbar  dan Yanwar Lukito.

Sementara itu Erwin Abdullah juga daulat menjadi asisten pelatih angkat besi. Untuk cabor takraw Nur Qadrianti dipercaya menjadi pelatih sepaktakraw putri.

Ketua Komita Olahraga Nasional (KONI) Sulsel Ellong Tjandra mengaku bangga dengan terpilihnya 18 atlet mewakili sembilan cabor asal Sulsel yang mampu masuk dalam Tim Nasional (Timnas) Indonesia pada ajang pesta multi event empat tahunan bangsa-bangsa Asia ini.

‘’Rasa bangga, itu sudah pasti.  Sebab tidak gampang masuk dalam timnas Asian Games. Dibutukan stamina yang kuat, kerja keras dan tentu punya prestasi dan pengalaman tanding yang tinggi,” jelas mantan karateka nasional Indoensia ini.
Aditya Wahyudi Muhammad peraih medali emas di PON jabar 2016.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Ia mengungkapkan persaingan para atlet sebelum masuk Pelaltnas di semua cabor cukup ketat. Ratusan atlet bersaing.

‘’Sebagai Ketua KONI Sulsel, tentu saya bangga karena ada 18 atlet kita yang bisa berkiprah Asian Games. Ini semua tak lepas dari pembinaan berjenjang yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir ini,” katanya.

Ellong yang 30 tahun lebih bergelut di dunia perbankkan ini berharap 18 atlet Sulsel yang bertarung di Asian Games 2018 ini bisa mengukir prestasi membanggakan dan membawa nama harum Indonesia dan Sulsel pada khususnya.

Namun dalam olahraga menurut Ellong ada hal-hal yang bersifat non tehnis yang bisa mempengaruhi strategi di arena. Ia menyebut salah satunya drawing.

‘’Di dunia olahraga drawing ini yang perlu hati-hati. Sebab bisa saja lawan pertama langsung berhadapan dengan lawan tangguh,” katanya.

Ellong berharap semua atlet bisa berprestasi. Khusunya pada cabor dayung. Di cabor ini Anwar Tarra masih menjadi andalan Indonesia. Sementara cabor lain adalah selancar dan renang indah.

‘’Khusus renang indah, saya sangat mengapresiasi. Sebab empat atlet Sulsel yang masuk dalam timnas Indonesia masih berusia muda. Mereka juga menjadi andalan Sulsel di PON XX di Papua,”  ungkap Ellong.

Pesta olahraga empat tahunan bangsa-bangsa Asia yang akan berlangsung di Jakarta dan Pelembang ini mulai berlangsung pada 18 gustus 2018. Pembukaanya akan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karbno (GBK) Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan membuka even ini.

 

Penulis : Sri Syahril

Pos terkait