INFOSULSEL.COM, MAKASSAR–Perempuan PAN Kota Makassar (PUAN) meminta Ketua PAN Makassar Hamzah Hamid agar merealisasikan hasil kesepakatan yang telah dihasilkan dalan temu Kader Perempuan PAN beberapa waktu lalu.
Demikian disampaikan Sekretaris Perempuan PAN Kota Makassar, Rasmi Ridjang Sikati, pada Senin (16/7/2018).
“Rekomendasi yang dihasilkan dalam temu kader pada waktu itu bahwa kader perempuan yang aktif yang banyak memberi kontrobusi pada PAN siap diakomodir dan
ditempatkan dinomor urut satu dan dua,” terang Inka sapaan akrabnya.
“Ini yang akan kita coba mediasi ke pak ketua (Hamzah Hamid),” lanjutnya.
Tak hanya itu, Inka juga menyayangkan adanya sejumlah kader yang tercatat sebagai PAN Sulsel mendaftarkan diri sebagai bakal calon legislatif (Bacaleg) di DPRD Kota Makassar, kemudian meminta nomor urut satu dan dua.
“Seharusnya jika pengurus DPW silakan maju di provinsi jangan di kota, khususnya di dapil satu ada 26 orang mendaftar yang mayoritas diisi oleh pengurus provinsi,” sesalnya.
posisi nomor urut satu dan dua dinilai dapat berdampak psikologis bagi pemilih
Meski yang menentukan nantinya adalah suara terbanyak, namun menurut Inka posisi nomor urut satu dan dua dinilai dapat berdampak psikologis bagi pemilih
“Sebenarnya nomor urut berapa saja tidak menjadi masalah sebab sistem Pemilu kita terbuka atau berdasarkan suara terbanyak. Hanya saja, tentu ada dampak psikologisnya. Pemilih pasti menganggap nomor satu itu masih terbaik, meski tidak semua caleg nomor urut satu itu terpilih,” tandasnya.
Untuk itu tambahnya, berharap ketua PAN Makassar bisa merealisasikan hasil rekomendasi dari temu kader Perempuan PAN se Sulsel itu.
Terpisah, salah satu bakal calon legislatif (Bacaleg) Irwan Thahir mengaku tidak pernah mempersoalkan perihal nomor urut, baginya yang terpenting bisa diakomodir di PAN Makassar.
“Nomor urut bagi saya tidak tidak masalah. Bagi saya semua nomor urut sama yang penting bisa diakomodir sebagai Caleg di PAN itu sudah sangat luar biasa,” tandasnya.(*/yud)
Editor: Yudhi





