Adi Rasyid Ali : Direksi PDAM Harus Dievaluasi

Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Gerbong mutasi pejabat eselon II, III dan IV di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan bergerak.  Rencananya,  pelantikan para pejabat tersebut akan dilakukan oleh Walikota Makassar. Moh Ramdhan Pomanto akhir Agustus 2018.

Ada sekitar 200-an pejabat akan bergeser. Termasuk 15 pelaksana tugas (Plt) camat yang selama ini dijabat oleh Sekretaris Camat (Sekcam) sejak awal Juni 2018  akan dilantik sebagai pejabat definitif.

Selain pejabat, sejumlah direksi Perusahaan Daerah (Perusda)  juga akan dievaluasi.  Walikota selaku owner kecewa karena realisasi deviden sejumlah Perusda tidak sesuai harapan. Padahal potensi perusahaan sangat besar.

Bacaan Lainnya

Kekecewaan Danny Pomanto itu sempat diungkapkan pada rapat evaluasi kinerja direksi dan badan pengawas Perusda pada Jumat (10/8 2018).

Menanggapi rencana pergantian direksi sejumlah Perusda,  Wakil Ketua DPRD kota Makassar Adi Rasyid Ali menegaskan  sebagai owner walikota jangan pilih kasih.

Termasuk direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), harus dievaluasi.

‘’Kalau kinerja para direksi Perusda tidak sesuai harapan walikota harus tegas. Untuk apa dipertahankan. Kalau perlu semua Direksi diganti. Termasuk PDAM,” tegas ARA, sapaan Koordinator Badan Anggaran (Banggar)  DPRD kota Makassar ini kepada INFOSULSEL,COM, Jumat (31/8/2018).

Menurutnya,  PDAM juga harus jadi perhatian serius.  Ia menyarankan   walikota menempatkan orang-orang yang kredibel.

‘’Jajaran Direksi harus orang-orang yang kredibel. Tidak hanya di jajaran Direksi tapi sampai ke bawah,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat kota Makassar ini.

Sebagai wakil rakyat dan pimpinan partai yang selama ini konsisten dan komitmen mengawal pemerintahan Danny Pomanto, ARA mengaku prihatin melihat kondisi Perusda milik Pemkot Makassar, itu.

ARA merujuk pada kasus pembobolan brankas PDAM kota Makassar pada 26 Juli 2017 senilai Rp1,2 miliar. Termasuk  terbakarnya Perusda yang terletak di Jalan Ratulangi tersebut empat hari setelah kasus pembobolan brankas.

‘’Tapi,  semua juga tergantung Walikota selaku owner. Kalau jajaran Perusda yang berprestasi harus ada reward (penghargaan). Tapi, kalau dinilai memang tidak berhasil, tentu juga harus ada punishment (sanksi),” katanya.

 

Penulis : Asri Syahril

Pos terkait