INFOSULSEL.COM, MAKASSAR-Pencapaian investasi Sulawesi Selatan selama triwulan II antara bulan April sampai Juni 2018 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di tahun 2017.
Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel mencatat selama triwulan Kedua tercatat investasi yang masuk sebesar Rp3,2 triliun.
Jumlah ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pencapaian triwulan kedua 2017 yang mencapai Rp4,64 triliun. Secara keseluruhan sampai semester 1 2018, realisasi investasi Sulsel mencapai Rp5,4 triliun. Angka ini juga lebih rendah dibandingkan semester 1 2017 sebesar Rp7,5 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulsel, AM Yamin mengakui pencapaian yang ada di triwulan kedua 2018 yang bersamaan dengan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 memang mengalami penurunan. Hanya saja dirinya menyebutkan pelaksanaan Pilkada tak berpengaruh langsung ke investasi.
“Buktinya pelaksanaan Pilkada di 12 kabupaten-kota dan Pilgub tetap berjalan aman. Kami juga tak mendapat komplain dari pengusaha yang terganggu aktivitasnya karena masalah Pilkada, ketenagakerjaan dan bencana,” kata AM Yamin saat menggelar konferensi pers terkait realisasi investasi Sulsel triwulan II, pada Rabu (15/8/2018).
Kendala yang dihadapi oleh pengusaha atau investor menurut Yamin kebanyakan masalah administrasi. Persoalan ini terkait masalah perizinan berusaha.
Kendati demikian, Yamin menyebutkan realisasi investasi Triwulan II Tahun 2018 berbanding terbalik dengan Triwulan I Tahun 2018 dimana pada Triwulan II ini Investasi PMA (Penanaman Modal Asing) kembali naik. Di mana jumlah realisasi Rp3,23 triliun, sektor PMA mendominasi sebesar Rp2,44 triliun sementara PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) hanya Rp791 miliar.
“Sektor yang paling dominan untuk Triwulan II Tahun 2018 adalah Sektor Listrik , Gas dan Air dalam hal ini Kelistrikan.Sedangkan daerah yang mendominasi pada Triwulan II Tahun 2018 ini adalah Kabupaten Jeneponto, Tana Toraja dan Sidrap,” pungkasnya. (*)
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





