Abdi Amahoru : Yang Terpenting Sukses Penyelenggaraan & Sukses Ekonomi
INFOSULSEL.COM, PINRANG – Tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI Sulsel 2018, Kabupaten Pinrang berpotensi mendulang emas melalui cabang olahraga (cabor) tinju.
Enam atlet Kabupaten Pinrang – dua putra dan empat putri – yang naik ring di partai semi final, Rabu dan Kamis (26-27/9/2018) di Stadion Bau Massepe, mampu meraih tiket ke partai final.
Keenam petinju muda potensial tuan rumah ini adalah Ratu Balqis , Fitri Ayus Lestari, Nurul Anisa Amahoru, John Holifiel Latuheru, Anhar Nur Latief dan Andi Riza.

Dari enam yang bertarung di partai semi final, dua petinju putri Pinrang tidak perlu bermandi keringat untuk meraih tiket final. Keduanya lolos setelah menang WO. Sebab lawan Ratu Balqis dan Fitri Ayu di kelas 45 Kilogram (Kg) dan 54 kg putri tidak naik ring karena sakit.
Petinju putri lainnya yakni Nurul Annisa Amahoru. Ia hanya butuh waktu dua ronde untuk mengandaskan wakil Pangkep, Febi Mailanda di kelas 48 kg.
Nasib berbeda dialami Andi Reza yang harus bekerja keras selama tiga ronde untuk bisa meraih tiket final. Turun di kelas 51 kg, Reza mendapat perlawanan ketat. Tapi dukungan ribuan suporter tuan rumah yang memadati areal venue tinju di Porda Pinrang membuat Reza makin termotivasi untuk mengubur ambisi Febiola.
Upayanya berhasil. Kemenangan tipis dengan selisih satu angka akhirnya menghantarkan dia menuju partai puncak yang akan berlangsung pada Sabtu (29/9/2018).
Partai seru terjadi pula di dua kelas kategori putra. John Holifiel Latuheru yang turun di kelas 46 kg juga harus bekerja keras untuk bisa meraih tiket ke final. Ia mendapat lawan sepadan dari wakil Takalar, Iqbal Mansyur.
Namun usaha petinju muda putra mantan petinju Sulsel ini tak sia-sia. Ia dinyatakan menang angka oleh lima hakim setelah menyelesaikan tiga ronde. Di final John Latuheru akan bertemu lawan kuat wakil dari Tana Toraja, Ricky Pratama Syam. Petinju muda andalam Tana Toraja di kelas 46 kg ini juga adalah putra mantan petinju andalan Sulsel, Joni Muis.
Hal yang sama terjadi pada kelas 49 kg putra. Anhar Nur Latief juga mendapat perlawanan ketat dari petinju muda asal Pangkep, Bernadus. Wakil tuan rumah ini juga melaju ke partai semi final setelah dinyatakan menang angka. Juga dengan selisih satu poin.
Di partai final Anhar akan berhadapan dengan salah satu petinju andalan Makassar, Joshua Holy Masihor. Joshua yang dilatih ayahnya yang juga mantan atlet Sulsel peraih medali emas PON dan Sea Games, Dufri Masihor, berambisi meraih medali emas.
Meski enam atlitnya lolos final dan bakal tampil di depan ribuan pendukungnya, namun pelatih tinju Pinrang, Abdi Amahoru tak mau jemawa. Ia mengaku bersikap realistis dalam menghadapi partai puncak. Apalagi lawan-lawan yang akan dihadapi keenam anak asuhnya di final juga punya kemampuan yang sama.
‘’Semua petinju yang lolos final adalah atlet terbaik di Porda. Kekuatan mereka merata. Semua punya potensi untuk meraih medali emas. Kalau melihat peta kekatan saya realistis saja. Yang jelas, kuncinya adalah bagaimana atlet bisa mengikuti instruksi pelatih dalam menerepkan strategi di atas ring,” jelas Abdi.
Tapi Abdi optimis petinju binaanya bisa meraih prestasi terbaik. Ia menargetkan tiga emas. Tapi, sebagai tuan rumah Abdi mengaku tidak memprioritaskan hal tersebut.
‘’Sebagai tuan rumah kami mengusung dua misi, sukses penyelenggaraan dan sukses ekonomi. Tapi bukan berarti kami melupakan prestasi. Kalau bisa berprestasi, kenapa tidak. Apalagi kami mendapat dukungan ribuan suporter tuan rumah. Itu yang menjadi motivasi bagi para petinju untuk bisa meraih prestasi di atas ring,” tegas Abdi.
Penulis : Asri Syahril





