INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mendapatkan jatah 481 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebanyak 340 diantaranya untuk tenaga pendidik (guru. Sementara untuk dokter dibatasi hanya 3 orang.
“Jatah Makassar hanya 481. Terbesar, penerimaan tenaga pendidik. Selain itu juga tenaga kesehatan dan tenaga teknis infrastruktur,” jelas Sekretaris Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Basir Rahman pada acara coffe morning yang digelar Humas Pemkot Makassar, Rabu (24/10/2018) pagi.
Kuota formasi penerimaan CPNS 2018 terbanyak ada di Makassar dibanding 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.
Basir mengungkapkan jumlah pendaftar yang tercatat hingga awal pekan ini sebanyak 11.251 pelamar dari 18 bagian yang akan diterima. Dari jumlah pelamar tesebut mereka yang lolos verifikasi berkas hanya 10.689.
‘’Ada 562 pelamar yang tidak lolos berkas. Penyebabnya tidak lulusnya itu karena banyak faktor. Diantaranya tidak mekiliki akreridasi dan tidak sesuai s ijasah dan jenis formasi. Ada juga yang karena usaintya sudah lewat,” jelas Basir.
Basir kemudian merinci rekapitulasi pendaftar CPNS Pemkot Makassar Tahun Anggaran (TA) 2018 yakni tenaga bidan terampil yang diterima hanya 27 sementara pendaftar 3.850. Untuk guru kelas ahi pertama kuota Makassar 123 orang, pendaftar 1.711.
‘’Pada analis sistem informasi kuota Makassar hanya 24, sementara yang mendaftar 1.215. Guru agama islam ahli pertama yang diterima 136, pandaftar 1.059. Sedangkan untuk auditor ahli pertama yang akan diterima 136. Yang mendaftar 1.059,” papar Basir.
Yang lain yakni guru penjakses ahli pertama jatah Makassar hanya 53 orang sementara pendaftar 773 orang. Penyuluh kesehatan masyarakat ahli pertama 11, pendaftar 510 dan analis kepegawaian ahli ahli pertama yang diterima hanya 3 orang sementara pandaftar 441 orang.
‘’Untuk penyuluh pertanian ahli pertama juga sedikit. Kuota Makassar hanya 5 orang, sementara pendaftarnya ada 360 calon. Untuk asersor manajemen mutu industri ahli pertama, juga dibutuhkan 4 orang. Pendaftarnya 192 calon. Sedangkan apoteker pertama juga hanya 5, pendaftar 157 orang,” katanya.
Akan halnya teknik jalan dan jembatan ahli pertama hanya 5 orang, pendaftar 157 calon. Guru bahasa daerah 28 orang, peminatnya 120 orang. Nutrisionis ahli pertama akan diterima 4 orang, pendaftarnya 49 orang.
‘’Sedangkan tenaga penyuluh penanganan masalah sosial hanya diterima 5 orang, pendaftar 37 orang. Tenaga guru hanya 36 orang, pendaftar 31 orang. Dua tenaga kesehatan lainnya yakni dokter umum ahli pertama dibutuhkan 2 orang, pendaftarnya ada 8 dan dokter gigi ahli pertama hanya 1, pendaftar 6 orang,” sebut Basir.
Ia menghimbau kepada para pelamar untuk tidak terpengaruh dengan ajakan dan janji-janji orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Apalagi dengan meminta imbalan tertentu dan dijanji kelulusan. Proses penerimaan CPNS ini sangat selektif dan dilakukan secara profesional. Tidak ada itu bayar-membayar. Jangan tergoda dengan para calo. Kalau ada yang menawari dengan janji kelulusan karena da, imbalannya, laporkan kepada pihak berwajib,” tegas Basir sembari mencontohkan, honorer K2 pun diharuskan ikut CPNS melalui seleksi terbuka.
Penulis : Asri Syahril





