Kuliah Umum di Unhas, Kemendag Bahas Kebijakan Perdagangan International

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR-Kementerian Perdagangan mencatat Ekspor Indonesia pada bulan Januari- Oktober 2018 sebesar USD 150,8 miliar dengan Pertumbuhan ekspor sekitar 8,8%. Hal ini dinilai melambat di banding tahun lalu yang tumbuh diatas 10 persen.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Ir Dr Kasan saat memberikan kuliah umum “Kebijakan Perdagangan Internasional Indonesia saat Ini” di kampus Unhas, pada Selasa (27/11/2018)

Bacaan Lainnya

“Perkembangan ekonomi kita dalam beberapa tahun terakhir cukup lambat, dan kami berharap dapat meningkatkannya pada tahun 2018-2019,” ungkapnya.

Untuk itu kata dia, guna mengatisipasi defisit neraca perdagangan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan memutuskan untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tata niaga, dengan melakukan relaksasi kebijakan ekspor untuk beberapa komoditi strategi seperti batu bara, dan produk hasil hutan (rotan)

“Ekspor menjadi inti dalam perdagangan internasional, maka dari itu pemerintah terus berupaya membuka akses pasar baru di beberapa negara di Afrika, Asia Selatan, Timur Tengah, dan Amerika Selatan,” urainya.

Dijelaskan, banyak potensi perdagangan yang dapat dilakukan oleh Indonesia dengan negara-negara di Eropa, Asia dan Afrika melalui perjanjian-perjanjian pasar bebas (FTA) bilateral antara Indonesia dengan negara terkait.

“Kedua negara ini Amerika dan Cina super power dalam ekonomi perdagangan. Sehingga apa yang dilakukan Indonesia dalam perang dagang yaitu bilateral, kalau perlu mendekati semua kubu. Nah, itulah namanya bagian dari negosiasi,” jelasnya.

Selain perluasan pangsa pasar melalui FTA di beberapa negara lain, dia juga menyinggung aspek logistik dalam perdagangan internasional yang sering menjadi permasalahan bagi industri kecil dan menengah untuk lebih aktif dalam ekspor. (*)

Editor: admin

Pos terkait