Miris! Delapan Pemain PSM U-19 Terdampar di Makassar

Roni, pemain PSM Makassar U-19. Foto: Sri Syahril.

InfoSulsel.com, Makassar – PSM Makassar kembali menunggak gaji pemainnya. Setelah beberapa bulan lalu gaji dan bonus pemain senior tertunggak, kini giliran punggawa U-19 yang merasakannya.

Sepekan berlalu setelah perjuangan di Liga 1 U-19 terhenti pada babak delapan besar, sebanyak delapan dari 26 punggawa U-19 yang berasal dari luar Sulawesi Selatan terkatung-katung nasibnya.

Bacaan Lainnya

Kedelapan pemain tersebut ialah Sarette dan Andika asal Ambon, Rigy dan Jamu asal Pekanbaru, Luthfi dan Yusuf asal Mamuju, serta Riko dan Roni asal Nusa Tenggara Timur masih mendekam di Mess Wirabuana, Jl. Amanagappa.

Mereka mengaku ingin kembali ke kampung halaman masing-masing. Namun terhambat masalah dana akibat gaji yang belum terbayarkan selama dua bulan terakhir.

“Kami dikontrak Rp2,5 jt per bulan selama enam bulan (Juli-Desember). Tapi baru dua bulan pertama yang dibayar,” ungkap Roni saat ditemui di mess pemain U-19, Jum’at (23/11/2018).

Pemain yang berposisi sebagai winger ini mengaku dua hari lalu telah dijanji oleh manajer U-19, Ali Gauli, akan dilunasi gajinya setelah PSM Makassar melawan Bali United di pekan 32.

“Katanya ada janji pembubaran tim oleh manajemen sehingga kami (yang dari luar Sulsel) masih (menetap) di sini. Tapi coach Herrie minta untuk bersabar dulu tunggu janji manajemen direalisasikan,” tuturnya.

Bahkan, eks Akademi Bali United ini mengaku akan menanggung sendiri akomodasi untuk kembali ke NTT apabila manajemen Juku Eja tidak kunjung melunasi hak punggawa U-19.

“Saya sudah ingin pulang, ingin merayakan Natal bersama keluarga di kampung halaman. Orang tua siap menanggung tiket apabila tidak dibayar manajemen,” ucapnya.(*)

Editor: Adriyan.

Pos terkait