INFOSULSEL.COM,MAKASSAR – Penundaan penerapan bagasi berbayar maskapai Lion Air dan Wings Air hingga 22 Januari 2019 mendapat respon positif dari masyarakat. Salah satunya Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali.
ARA, sapaan akrab politisi Partai Demokrat ini menilai kebijakan tersebut sangat tepat. Ia juga mengimbau untuk tidak menaikan harga tiket yang terlalu mahal.
‘’Saya kira keputusan penundaan itu sudah sangat tepat. Bagi saya tarif maskapai yang mahal dan rencana pengenaan tarif bagasi sesuai tujuan kota perlu dievaluasi,’’ tegas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Makassar ini kepada INFOSULSEL.COM, Jumat (11/1/2019).
Bukan tanpa sebab ARA yang juga menjabat Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pengprov Pertin) Sulawesi Selatan ini mengkritisi rencana manajemen maskapai Lion dan Wings Air memberlakukan penerapan bagasi berbayar mulai 22 Januari 2019.
‘’Alasannya sangat jelas. Kondisi ekonomi yang sedang down sejalan dengan pertumbuhan ekonomi bangsa ini yang sangat rendah. Harusnya pihak maskapai memahami ini,” ujar ARA.
Legislator dua periode di DPRD Kota Makassar ini memahami jika merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 185 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri, hak perusahaan maskapai penerbangan melakukan penerapan bagasi berbayar.
‘’Memang itu kewenangan maskapai. Tapi, harus dilihat juga situasi perekonomian Indonesia saat ini yang sedang menurun. Daya beli masyaraat juga sangat rendah. Seharusnya itu jadi pertimbangan.Maskapai seharusnya juga melakukan kebijakan yang pro rakyat,” sebut ARA.
Ia juga meminta agar YLKI tidak tinggal diam. Sebab ini meyangkut hak masyarakat sebagai konsumen. Sebab faktualnya pengenaan bagasi berbayar pengeluaran masyarakat untuk biaya transportasi pesawat menjadi naik.
“Dengan demikian, bagasi berbayar adalah kenaikan tarif pesawat secara terselubung. Pengenaan bagasi berbayar berpotensi juga melanggar ketentuan batas atas tarif pesawat,” papar ARA.
Penulis : Asril





