Cuaca Buruk, Ribuan Nelayan Libur Melaut

Ratusan kapal nelayan bersandar di anak Sungai Je’ne Berang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, kota Makassar. Akibat angin musim barat dan gelombang tinggi menyebabkan ribuan nelayan tradisional libur melaut.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Akibat gelombang tinggi selama dua pekan terakhir membuat nelayan di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, terpaksa berhenti melaut. Akibatnya, pasokan ikan terganggu dan harganya pun naik. 

Ratusan kapal perahu terparkir di ujung sungai sebelah barat Jembatan Barombong. Hanya nelayan dengan perahu berbobot mati  lebih dari 30 ton yang berani melaut. Perahu kecil lainnya memilih untuk bersandar di anak sungai Je’ne Berang.

Bacaan Lainnya
”Sudah dua minggu ini kondisi laut buruk. Ombak di tengah laut mencapai 3 meter disertai angin kencang. Kami tak berani ambil risiko. Lebih baik libur dulu sambil menunggu cuaca membaik,” kata Daeng Hasan (43) kepada INFOSULSEL.COM, yang ditemui di bawah jembatan Barombong, Rabu (2/1/2019) pagi saat mewmbenahi kapal perahunya.
RATUSAN kapal nelayan bersandar di anak Sungai Je’ne Berang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, kota Makassar. Akibat angin musim barat dan gelombang tinggi menyebabkan ribuan nelayan tradisional libur melaut.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Hasan tak sendiri. Ada ratusan kapal perahu nelayan yang ditambatkan di ujung sungai Je’ne Berang ini. Wandi (33), nelayan lainnya, juga memilih untuk tak melaut sementara waktu.  Ia mengishakan jelang akhir 2018 lalu ada kawannya nekat melaut. Tetapi belum sampai 10 kilometer di wilayah perairan Makassar, kapal terpaksa harus kembali akibat lambung kapal yang mereka tumpangi rusak terhantam gelombang.

Di wilayah ini ratusan perahu nelayan bersandar. Para nelayan pun hanya bekerja memperbaiki kapal dan jaring. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) juga sepi. Ikan yang masuk juga sedikit. Ini membuat harga ikan naik.

‘’Ikan yang tadinya seharga Rp 7 ribu, naik jadi Rp 10 ribu,” keluh Yenny, salah satu ibu rumah tangga warga Perum Barombong Permai.

Keluhan Yenny diamini sejumlah penjual ikan di TPI Rajawali. Ikan lamuru yang biasanya hanya Rp 8.500 per kg kini menjadi Rp 10.000 per kg. Ikan tongkol juga naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 10.000 per kg.

”Hari ini nelayan yang melaut dan membawa ikan hanya bisa dihitung dengan jari. Tangkapan mereka juga sedikit,” timpal Daeng Ngalle (54), salah satu pengepul ikan di Jalan Rajawali.

Sudding (32), pedagang ikan di TPI Rajawali, mengatakan, pasokan ikan memang tak sebanyak hari biasanya.  ‘’Bahkan hampir semua jenis ikan sulit didapat,” ungkap Sudding.

 

Penulis : Sri Syahril

Pos terkait