Upgrade Elektabilitas Institusi, Staf Ahli Tawarkan Hal Ini ke Kapolda Sulsel

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel menggelar audiensi dengan staf ahli Polda Sulsel di Ruang Tamu Pimpinan lantai II Markas Polda (Mapolda) Sulsel, Selasa (12/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs. Hamidin menyampaikan beberapa buah pemikiran kepada para staf ahli yang berkaitan dengan kemajuan organisasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kolaborasi antara Polri dengan para ahli dari luar institusi menjadi hal yang penting, karena tidak bisa dipungkiri beberapa tugas Polri memerlukan pendapat dan saran ahli tersebut.

“Kalau di Jepang, institut kepolisiannya memang mengangkat staf ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk diperbantukan dalam tugas kepolisian, khususnya dalam bidang kultural kemasyarakatan,” papar Kapolda.

Selain itu, Kapolda Sulsel menambahkan, Polri memerlukan ide-ide dan pendapat dari staf ahli dalam pendekatannya dengan masyarakat untuk mendeteksi kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lebih dini.

Menanggapi hal tersebut, salah satu staf ahli Polda Sulsel, Dr. Aswar Hasan menawarkan program pendekatan ke masyarakat.

Salah satunya dengan berbaur ke warung kopi (warkop) karena menurut dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut, warkop adalah tempat berkumpulnya masyarakat dari berbagai lapisan dan membicarakan segala hal.

Diketahui, Polda Sulsel sendiri mengangkat staf ahli yang berasal dari akademisi beberapa perguruan tinggi di Makassar dengan berbagai disiplin ilmu.

Diantaranya Prof. Dr. Laode Husein, SH, MH (pakar hukum), Dr. Abd. Wahid, MA (pakar agama), Dr. Muh. Tahir, M.Si (pakar politik/kemahasiswaan), Dr. Aswar Hasan (pakar komunikasi politik), dan Dr. Sakka Pati, SH, MH (pakar hukum).

Hal lain yang juga disampaikan dalam audiensi tersebut, ialah diperlukannya kerjasama dengan pihak akademisi dalam pencegahan paham radikal dan terorisme.(*/RP)

Pos terkait