Demi Menangkal Gerakan Radikal, Ratusan Guru Agama Kumpul di Lapangan Golf Padivalley

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —Badan Nasional Penanggulangan Terosisme (BNPT) bekerja sama Forum Komunikasi  Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulsel  menggelar pertemuan dengan Kepala Sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di aula mini lapangan golf Padivalley, Kabupaten Gowa, Rabu (28/8/2019).

Acara dengan tema Harmoni dari Sekolah: Integrasi Nilai-nilai Agama dan Budaya di Sekolah dalam menumbuhkan Harmoni Kebangsaan ini diikuti 112 peserta dari 35 sekolah di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.

Ketua FKPT Sulsel, Prof. Dr. H. Arfin Hamid, SH., menjelaskan, kegiatan dilaksanakan sebagai bagian dari upaya meneguhkan harmoni kebangsaan.

“Tugas kita bersama mengawal agar tidak tumbuh paham-paham yang mengancam Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Arfin Hamid.

Masyarakat, kata Arfin Hamid, harus berani bertindak tegas dalam menghadapi penyebarluasan paham radikal terorisme. Jika mendapati praktik saling mengkafirman antarumat beragama, masyarakat diminta melapor.

“Lapor ke FKPT bisa, lapor ke Polda bisa,” tandasnya.

Selain praktik pengkafiran antarumat beragama, masyarakat juga diminta berani melawan setiap bentuk penyebaran ujaran kebencian, seruan thoghut ke pemerintah, dan pengharaman Pancasila.

“Itu semua indikator kerentanan radikalisme di Indonesia. Mari kita hadapi bersama,” tambah Arfin.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. H. Hamidin mengapresiasi penyelengaraan acara ini.  Jendral  berbintang dua itu menyebut kegiatan ini salah satu upaya menangkal potensi gerakan radikal terorisme dalam masyarakat.

Kegiatan ini diinisiai oleh BNPT dan dilaksanakan serentak di 32 provinsi se-Indonesia. Pesertanya, para  guru mata pelajaran agama dari tingkat PAUD hingga SMP. Melalui kegiatan ini BNPT dan FKPT ingin mendorong guru mampu menciptakan konten pembelajaran yang menjadikan tumbuhnya sebuah harmoni di lingkungan sekolah.

(Riel)

Pos terkait