Warga Desa Berutallasa dan Desa Lembangloe Tolak Pengadaan Mobil Sampah, Warga : Kami Butuh Mobil Damkar

  • Whatsapp
Warga Desa Berutallasa dan Desa Lembangloe menolak pengadaan mobil sampah. Warga lebih memilih mobil pemakadam kebakaran (Damkar).(FOTO: SUHANDI)

INFOSULSEL.COM, GOWA – Ratusan masyarakat Desa Berutallasa dan Desa Lembangloe menolak pengadaan mobil sampah.  Yang mereka butuh mobil pemaksam kebakaran (Damkar).  Agar keinginan mereka terpenuhi warga melakukan gerakan tanda tangan petisi .

“Kami butuh Damkar, bukan mobil sampah,”  teriak mereka saat melakukan aksi di Desa Berutallasa. Di waktu yang sama warga Desa Lembangloe juga melakukan aksi yang sama, Selasa (27/8/2019).

Penolakan ini berdasar pada kebutuhan yang sudah mendesak. Warga  menilai lebih efektif dari pada diberikan mobil sampah yang diprogramkan Pemkot Gowa. Program pengadaan mobil truk sampah akan dilakukan tahun ini. Anggarannya menggunakan Dana Alokasi Desa (DAD) sebesar Rp 439 juta perdesa.

“Seharusnya bupati merencanakan pengadaan Damkar di Kecamatan  Biringbulu. Ini adalah alternatif dalam menanggulangi bencana kebakaran.  Kami lebih butuh mobil Damkar dari pada truk sampah,” tegas Hendrawan, salah satu tokoh pemuda mewakili warga.

Bukan tanpa alasan warga menolak mobil sampah. Kebakaran yang kerap terjadi di Kec. Biringbulu khususnya Desa Berutallasa, menjadi alasan utama.  Mereka menyebut jika terjadi kebakaran justeru Damkar dari kabupaten Jeneponto yang datang memadamkan api.

“Beberapa kali kejadian kebakaran justeru Damkar Jeneponto yang datang membantu. Kalau berharap Damkar dari Kabupaten  Gowa, jaraknya  terlalu jauh. Sebab mereka star dari Sungguminasa. Dua jam perjalanan menuju kesini,” jelas Hendrawan.

Masyarakat Berutallasa dan Lembangloe akan bersatu mengawal program ini sebelum resmi diluncurkan ke tiap-tiap desa.

“Pokoknya kami pemuda dan masyarakat akan mengawal terus. Kami juga akan melakukan unjuk rasa jika permintaan memenuhi permintaanm kami, ” tegas Hendrawan.

(Andi/Asriel)

Pos terkait