INFOSULSEL.COM, BULUKUMBA —– Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) menggelar Gebyar Cinta Rupiah di Lapangan Pemuda Kabupaten Bulukumba, Ahad (6/10/2019) pagi.
Sebanyak Rp 2,1 Miliar lembaran uang baru berbagai pecahan disiapkan oleh BI. Sayangnya minat masyarakat menukarkan uangnya yang lusuh sangat minim.
‘’Sepertinya masyarakat takut,” ungkap Bupati Bulukumba, A. M. Sukri A. Sappewali, Ahad pagi.
Padahal tujuan Gebyar Cinta Rupiah ini menurut Kepala Perwakillan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso sebagai alternatif dalam mengontrol peredaran uang tidak layak edar dengan melakukan penukaran uang baru (clean money policy).
“Uang yang kurang layak edar milik maasyarakat kami gantikan dengan uang layak edar. Itu salah satu mekanismenya,’’ jelas Bambang Kusmiarso, di Bulukumba.
Selain itu, Bambang menekankan pentingnyanya menjaga keutuhan uang sebagai alat tukar yang sah.
“Ini dilakukan agar masyarakat di Sulsel, khususnya Bulukumba mempunyai uang dengan kualitas yang layak,” katanya.
Bupati Bulukumba, Sukri mengimbau masyarakat agar lebih intens melakukan penukaran uang yang tidak layak edar di bank.
“Tidak perlu takut. Bank wajib menukarkan uang yang lusuh, sehingga uang yang beredar di Bulukumba adalah uang yang segar,” katanya.
Menaggapi minimnya masyarakat yang mengikuti cinta rupiah, Bupati menyebut adanya rasa ketakutan masyarakat.
“Kita sudah sosialisasi. Tapi masyarakat sepertinya takut. Sehingga tingkat penukarannya rendah,” sebut Sukri.
Adapun Bank yang ikut yakni, Bank Sulselbar, Bank BTN, BNI Syariah, BNI, Bank BRI, Bank BTPN, Bank Mandri, Mandiri Syariah, Danamon, BPR Pataru Laba, dan Sahabat Sampurna.
(Andi/Riel)





