Disambut Pj Walikota, 55 Pengungsi Korban Wamena Asal Sulsel Tiba di Makassar

Pj Walikota Iqbal S Suhaeb berbincang dengan salah satu warga Sulsel pengungsi Wamena saat baru tiba di Makassar.(FOTO: HUMAS PEMKOT MAKASAR)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Ratusan korban kerusuhan Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Jumat (4/10/2019).  Mereka diangkut KM Ciremai.

Sebanyak 55 diantaranya warga Sulsel yang mencari hidup di Wamena. Terdiri dari 34 laki-laki, 14 orang wanita, dan 7 anak-anak. Mereka berasal dari berbagai kabupaten di Sulsel. Ada yang berasal dari Luwu Timur, Palopo, Jeneponto, Enrekang,, Tana Toraja, Bantaeng dan Sinjai.

Kapal Motor (KM) milik Perusahaan Pelayanan Nasional Indonesia (Pelni) ini berlabuh dari Biak sejak Senin (31/9/2019) mengangkut 419 orang. Selain ke Makassar KM Ciremai berlayar membawa korban kerusuhan Wamena dengan tujuan Manokwari -Sorong -Ternate- Bau-bau-Makassar- Surabaya hingga ke Jakarta.

Sebelumnya 170 orang, 50 orang di antaranya warga Sulsel selebihnya dari Malang dan Aceh, korban insiden Wamena tiba di Lanud Hasanuddin menggunakan Pesawat Hercules  C-130/A-1305 milik TNI AU, Rabu (2/10/2019).

Para pengungsi ini ada yang ditampung di asrama haji, Sudiang, Makassar sebelum kembali ke kampung halaman masing-masing.

Kedatangan para pengungsi disambut Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb. Ia  didampingi Kadis Kesehatan Naisyatun Azikin, dan Kadis Sosial Kota Makassar Mukhtar Tahir.

Tiba di Makassar para pwngungsi nampak sumringah. Ada haru dan bahagia tersirat dari wajah mereka. Namun saat mengingat kembali kejadian beberapa waktu lalu, membuatnya sesekali menyeka air mata.

“Alhamdulillah saat ada 55 orang lagi asal Sulsel tiba di kota Makassar. Kita berharap agar seluruh pengungsi dapat segera dievakuasi dan selanjutnya diberikan perhatian khusus agar kembali dapat melanjutkan kehidupan normal,” harap Iqbal.

Ebe salah satu pengungsi asal Jeneponto menuturkan perjuangannya bersama para pendatang lainnya saat insiden berdarah itu terjadi.

“Saya asal Jeneponto. Di Wamena saya berjualan kopi. Kejadian itu datang secara tiba-tiba. Tidak ada yang tahu. Kami berhamburan mencari pertolongan. Yang tidak sempat melarikan diri itulah yang menjadi korban. Alhamdulillah saya bersama keluarga lari dan sekarang sudah tiba di Makassar,” kisah Ebe kepada Iqbal dengan mata sembab mengenang tragedi berdarah di Wamena.

Para pengungsi yang tiba di pelabuhan Makassar sudah disiapkan makanan dan asupan gizi. Tim medis dan para relawan juga siap siaga. Bus untuk membawa pengungsi ke daerah asalnya pun sudah disiapkan. Mereka bisa langsung berkumpul bersama keluarga saat tiba di kampung halaman masing-masing.

(Riel)

Pos terkait