Pemkot Makassar  Abaikan F8, Danny Pomanto : Tidak Masalah, Ada Kementerian yang Mendukung

Moh Ramdhan 'Danny' pomanto.(FOTO: ASRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Setelah tidak lagi menjabat Walikota Makassar,  Makassar Internasional Eight Festival And Forum (F8) sebuah event yang digagas Moch Ramdhan Pomanto diabaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Event ini jadi polemik. Terjadi pro dan kontra  di tengah masyarakat. Bahkan ada yang menuding event ini bernuansa politik.

Bacaan Lainnya

Tapi, sang inisiator menanggapinya dengan  santai.  ”Tidak ada unsur politik di dalamnya,” tegas Danny  Pomanto di depan awak media pada sesi jumpa media  di kediaman probadinya Jl Amirullah, Selasa (8/10/2019).

Ia pun tak peduli dengan cemohan orang. Termasuk surat Penjabat (Pj) Walikota Makassar Iqbal S Suhaeb yang melarang ada mobilisasi guru dan peserta didik PAUD.

F8 yang diklaim mampu membangkitkan gairah perekonomian kota Makassar, tahun ini tetap dilanjutkan. Danny memilih  hari Jumat sampai Ahad (11-13/10/2019) waktu pelaksananya. Sementara  lokasinya dipilih Center Point Of Indonesia (CPI).

”Target tahun ini 1 juta pengunjung. Untuk nilai pendapatan,  Rp 8 milliar,” katanya.

Di hapus diagenda tahunan Pemkot Makassar, pun Danny tak peduli. Apalagi ayah tiga anak ini tak perlu mengemis uang APBD kota Makassar. ”Kementerian Pariwisata full support. Anggarannya dibaiaya melalui APBN,” ungkap mantan Walikota Makassar periode 2014-2019 ini dengan bangganya.

Di sisi lain, sebagai mantan walikota Makassar, Danny merasa heran Pemkot Makassar justru tak mendukung event yang pernah menjadi kebanggaan kota ini.

”Mungkin karena ada yang menganggap ada unsur politik di dalamnya, ya,” cetus Danny mereka-reka.

Danny mengklaim, F8 selain merupakan ikon Kota Makassar juga sebagai stimulus peningkatan perekonomian daerah.

”Kehadiran F8 berdampak pada perekonomian Pemkot Makassar. Ada perputaran dan aktivitas ekonomi di dalamnya. Seharusnya didukung,’’ ujar dia.

Salah satu dampak ekonominya, akupansi hotel di Makassar penuh, restoran banyak pengunjung.

‘’Manfaatnya juga ke industri yang ada di Makassar. Pajak juga masuk ke kas daerah. Lalu, dimana unsur politiknya,” tanya Danny.

(Andi/Riel)

Pos terkait