Gawat, Uang Listrik Pedagang Pasar Butung Mengalir ke Rekening Pribadi

  • Whatsapp
Pelapor dugaan penggelapan tagihan listrik pedagang pasar butung Rp3,5 miliar, Muhammad Anwar (kanan) dan Kuasa Hukumnya Andi Ifal Anwar (kiri). Foto: Dir/ist

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR, — Penggelapan biaya listrik 1000 lods di pasar Butung senilai Rp3,5 miliar sejak 2015-2019 belakangan dibeberkan pengelola dari Koperasi KSU Bina Usaha versi Muhammad Anwar.

Melalui kuasa hukumnya, Andi Ifal Anwar menyebut aliran dana tersebut telah mengalir ke rekening pribadi H Iryad Doloking sebesar Rp 70 juta perbulan, yang notabenenya bersumber dari uang setoran pedagang dan telah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Kendati begitu menurut Andi Ifal, berdasar penelusurannya diketahui uang hasil penggelapan itu telah dicuci H Irsyad Doloking dengan membeli sejumlah aset pribadi, termasuk sebuah hotel di Kendari dan beberapa rumah di Kota Makassar.

“Jadi memang kita berharap pihak kepolisian menindaklanjuti laporan kami, sebab ada dugaan pencucian uang,” ungkapnya dalam konfrensi pers di Roemah Kopi, Jalan Topaz Raya, Makassar, Minggu (8/12/2019).

Kelakuan H Irsyad kata Ifal memang terbongkar ketika pengadilan negeri membuka fakta dalam kasus penggelapan pembayaran listrik lods Pasar Butung dengan tersangka Nurdin, salah seorang kariawan Koperasi yang dituduh menggelapkan dana pembayaran listrik tersebut.

“Jadi memang setelah Nurdin yang notabenenya merupakan teknisi listrik kami itu dituduh menggelapkan dana, ternyata fakta sebenarnya dia hanya disuruh oleh terlapor membuat kuitansi palsu dengan menaikkan harga tagihan listrik setiap bulannya senilai Rp70 juta, ternyata uang tersebut dalam fakta sidang malah mengalir ke rekening H Irsyad Doloking,” ungkapnya.

Olehnya Sekertaris BPPH Pemuda Pancasila itu juga berharap pihak kepolisian mengusut kasus ini, sebab akan merugikan para pedagang pasar Butung. (Dir)

Pos terkait