INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Hujan deras yang mengguyur kota Makassar sejak akhir 2019 menelan korban. Dua bocah dilaporkan tenggelam takni Ammang (10) dan Arif (9) di saluran kanal Jalan Sungai Saddang, Makassar, Sulawesi Selatan, sekitar pukul 15.15 WITA Kamis (2/1/2020) .
Keduanya sempat dievakuasi oleh tim PBPD bersama TNI, Polri dan Damkar Kota Makassar. Namun sayang, nyawa Ammang yang ditemukan pukul 15.50 WITA sempat dilarikan ke RS Pelamonia. Namun nyawanya tidak sempat tertolong. Ia sudah dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Sementara Arif ditemukan setengah jam sebelumnya.
Sebelumnya proses pencarian korban dilakukan tim SAR gabungan dari Tagana Dinsos Makassar, BPBD, dan anggota Damkar Makassar. Setelah melakukan pencarian sekitar 30 menit, korban akhirnya ditemukan tim SAR dalam kondisi sekarat.
Ammang merupakan putra kedua pasangan Syarifuddin dan Erniati.
Ibu korban tidak kuasa menahan tangis saat melihat jasad putranya terbungkus kain sarung diangkut ke mobil ambulans. Rencananya, korban, yang merupakan warga Jalan Abubakar Lambogo, akan dimakamkan Jumat (3/1/2020) besok.
Kadis Sosial Makassar Mukhtar Tahir saat ditemui di kamar jenazah RS Pelamonia mengatakan, sebelum laporan warga tenggelam, pihaknya melakukan rapat persiapan antisipasi bencana banjir di wilayah Kota Makassar. Saat laporan warga tenggelam masuk, tim SAR gabungan langsung berangkat menuju lokasi kejadian.
“Kami mengimbau kepada warga Makassar agar menghindari daerah-daerah rawan banjir, khususnya saat terjadi hujan deras, seperti saluran kanal tidak lagi dijadikan tempat berenang, karena arusnya deras saat hujan,” kata Utta, sapaanya.(riel)





