INFOSULSEL.COM, GOWA— Setelah lama vakum, panji-panji Pemuda Pancasila kembali berkibar di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Diawali Pelantikan dan Orientasi Pengurus MPC, Sapma dan Srikandi Pemuda Pancasila (PP) oleh Ketua MPW PP Sulawesi Selatan, Diza Rasyid Ali, Sabtu (11/1/2020).
Pelantikan berlangsung di Baruga Tinggi Mae, Rumah Jabatan Bupati Gowa. Gedung bercat putih itu sejak pagi penuh sesak oleh kader PP. Tiga ketua yang dilantik yakni Abdullah Abbas, Ketua MPC, Fitra Syahdanul, Ketua Sapma dan Rismawati Nyampa, Ketua Srikandi. Ketiganya dengan tegas menyatakan siap mengibarkan bendera PP.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan mengaku bangga PP bisa kembali hadir di Butta Gowa. Sebab menurut putra kedua mendiang Ichsan Yasin Mimpi mantan Bupati Gowa dua periode itu, ormas terbesar di Indonesia ini adalah mitra strategis untuk bisa bersama-sama membangun daerah yang dipimpinnya.
“Kehadiran Pemuda Pancasila di Kabupaten Gowa adalah bentuk perhatian dan pendampingan kepada generasi penerus bangsa. Karena itu saya berharap kader PP harus bisa menanamkan dan menjunjung tinggi empat karakter dan sifat asli masyarakat Gowa yang tergambar dari Lasugi,” tegas Kemenakan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang didaulat sebagai Ketua Pimpinan Majelis Organisasi (MPO) PP Kabupaten Gowa, ini.
Lasugi menurut Adnan pada pencerminannya memiliki empat sisi, sesuai karakter masyarakat Gowa.
“Bagus agamanya, bagus adatnya, pekerja keras dan cerdas,” urai Adnan.
Ia memaparkan, pertama masyarakat asli Gowa dikenal bagus agamanya. Itu bisa terlihat dari tokoh-tokoh terdahulu seperti Tuanta Salamaka Imam Syekh Yusuf.
“Sosok pahlawan bangsa ini sangat dikenal sebagai salah satu penyebar agama Islam. Bahkan sosoknya terkenal di Indonesia dan Afrika Selatan,” terang Adnan,” katanya.
Kedua, lanjut sosok yang pernah menjadi bupati termuda di Indonesia ini, masyarakat Gowa dikenal sebagai masyarakat yang bagus adatnya.
“Dengan menjunjung budaya Sipakatau, Sipakainga, Sipakalebbi, Sipamalling-malling dan Sippapacei. Budaya inilah yang harus bisa diimplementasikan kader Pemuda Pancasila di lingkungan masyarakat saat ini,” sebut Adnan.
Ketiga, Adnan memaparkan, masyarakat Gowa dikenal sebagai masyarakat pekerja keras. Ini juga bersinergi dengan Mars Pemuda Pancasila yang dalam salah satu baitnya menyebutkan bahwa ‘Sekali Layar Terkembang, Pantang Biduk Surut ke Pantai’.
“Arti dari bait ini yakni jika ingin menggapai pulau harapan di balik fatamorgana maka harus berani melepaskan tambak perahu. Karena kata tenggelam datangnya hanya dari Allah SWT,” tegas dia.
Sifat keempat, masyarakat Gowa dikenal sebagai generasi yang cerdas. Banyak tokoh-tokoh cerdas yang dikenal di dunia sebagai agen pembawa perubahan.
Antara lain, Karaeng Pattingalloang, Sultan Hasanuddin dan beberapa tokoh lainnya.
“Saya juga berharap, kehadiran Pemuda Pancasila juga dapat menjadi mitra strategis untuk bisa membangun Kabupaten Gowa yang lebih baik dan mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera,” sambat Adnan.
Sebab lanjutnya,
pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Membutuhkan dukungan dari semua pihak yang ada termasuk Pemuda Pancasila.
Ketua MPW Pemuda Pancasila Sulsel Diza Rasyid Ali menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas upaya mengaktifkan kembali gerakan PP di Kabupaten Gowa.
“Saya sangat mengapresiasi pelantikan ini. Apalagi PP telah lama vakum di Gowa dan sempat pelantikan enam kali ditunda Karena berbagi pertimbangan yang ada,” ungkap kakak kandung Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali yang ikut hadir pada pelantikan tersebut.
Bakal Calon Walikota Makassar ini menaruh harapan besar dengan aktifnya kembali PP di Gowa saat ini.(riel)





